Adapun, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2016 sebesar 4,92%. Lalu bagaimana dengan laju pertumbuhan ekonomi kuartal I-2017 ?
Ekonom dari Bank Permata, Josua Pardede memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I-2017 mencapai 4,97% atau lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal IV-2016 yang sebesar 4,94%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Apa Benar Ekonomi RI Lesu? |
Laju pertumbuhan ekonomi yang sebesar 4,97%, kata Josua masih dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga yang cenderung sedikit melambat, investasi yang meningkat khususnya investasi non bangunan, serta berlanjutnya perbaikan kinerja ekspor karena tren kenaikan harga komoditas global.
Dia merinci, konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 4,98% YoY atau melambat dari kuartal sebelumnya yang terindikasi oleh perlambatan penjualan ritel, serta melambatnya penjualan kendaraan seperti motor dan mobil.
Sedangkan investasi diperkirakan tumbuh sekitar 5,0% YoY seiring dengan perbaikan investasi non bangunan terindikasi oleh kenaikan penjualan alat berat karena meningkatnya aktivitas di sektor perkebunan dan pertambangan.
"Sementara ekspor diperkirakan tumbuh 4,5% jika dibandingkan dengan capaian ekspor pada kuartal IV-2016 yang sebesar 4,24%, ini dipengaruhi kenaikan volume ekspor dengan tren kenaikan harga komoditas seperti karet dalam dan kelapa sawit," jelasnya.
Secara terpisah, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) David Sumual memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2017 mencapai 5,06% lebih tinggi jika dibandingkan kuartal IV-2016 yang sebesar 4,94%.
"Kalau kuartal per kuartal dibandingkan sebelumnya memang sedikit penurunan, tetapi kalau YoY sekitar 5% di kuartal I, kita proyeksi di 5,06%," kata David.
Foto: Hasan Alhabshy |
Dia menjelaskan, komponen penopang laju pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2017 lebih kepada sektor pertanian. Di mana, musim panen yang kembali terjadi di Maret, meskipun pada Januari-Februari belanja pemerintah masih lemah.
"Di tahun lalu ada pergeseran musim tanam, jadi musim tanam yang akhirnya besar di kuartal 2, karena kuartal I rendah hanya 4,9%, karena memang pengaruh cuaca bergeser, kalau yang tahun ini kita lihat sampai maret normal, jadi musim panen yang tahun lalu bergeser ke April, sekarang kembali ke Maret itu yang mempengaruhi sektor pertanian," kata David.
Selanjutnya, komponen yang mendukung laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2017 dari pertumbuhan kredit perbankan yang sudah mulai meningkat sejak akhir tahun 2016 ke arah 9%.
"Tapi kalau kita lihat investasi dan konsumer masih lemah, dilihat juga belanja di konsumsi masih barang primer dan sekunder, kalau yang kendaraan, rumah sudah positif trennya tapi tidak sekuat seperti 2 tahun lalu," tambahnya.
Baca juga: Mencari Pemakan Terbesar Kue Ekonomi RI |
Menurut David, pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2017 tidak akan banyak bergerak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Secara terpisah lagi, Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2017 masih tergantung dari konsumsi rumah tangga, diperkirakan pertumbuhan ekonomi di 3 bulan pertama 2017 sebesar 4,92%.
"Konsumsi rumah tangga itu bisa kita lihat dari ritel, penjualan ritel itu mix dan bisa dibilang itu tidak banyak berubah, lalu ditambah oleh investasi, artinya cukup bagus, sama PDB yang belum bergerak, total kami melihat masih bisa 4,92% itu untuk kuartal I-2017," kata Lana.
(mkj/mkj)












































Foto: Hasan Alhabshy