Hal tersebut disebabkan oleh pencemaran lingkungan. Selain itu juga karena meluasnya lahan kritis pada daerah tangkapan air yang mengakibatkan banyak sungai-sungai yang bermuara ke Danau Toba menjadi kering.
"Kalau musim hujan masih meningkat 40-50cm, kalau musim kemarau ini kering," ujar Hulman dalam diskusi tentang Pengelolaan Berkelanjutan: Sinergi Program dan Peran Pemangku Kepentingan, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (10/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sudah diatas baku mutu," terang Hulman.
Selain itu, kondisi Danau Toba juga diperparah kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan.
"Dari luas sekitar 1 Ha, volume sampah per hari sekitar 361 meter kubik. Sementara yang bisa diangkut hanya 72 meter kubik. Sisanya tidak bisa terangkat karena kurangnya petugas dan truk pengangkut sampah," jelas Hulman.
Merespons kondisi Danau Toba, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melakukan berbagai mengembalikan fungsi danau. Antara lain, melalui penanaman pohon sebanyak 5.000 batang, sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat.
"Kami juga sudah merelokasi 710 keramba di 9 kecamatan dan pengadaan tanah untuk TPA," ujarnya. (hns/hns)











































