Pelindo II Gandeng Azerbaijan Dan China Kembangkan Pelabuhan RI

Pelindo II Gandeng Azerbaijan Dan China Kembangkan Pelabuhan RI

Prins David Saut - detikFinance
Rabu, 10 Mei 2017 14:10 WIB
Pelindo II Gandeng Azerbaijan Dan China Kembangkan Pelabuhan RI
Ilustrasi (Foto: Imam Wahyudiyanta-detikFinance)
Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (IPC) dan Pelabuhan Baku, Azerbaijan, membuat nota kesepahaman atau MoU di Bali. MoU ini untuk membangun kemitraan dalam bisnis maritim dan perdagangan internasional.

"IPC sudah melakukan kerjasama dengan banyak pelabuhan dunia. Hari ini 2 tandatangan MoU, dengan Port of Baku Aljerbaizan dan Port of Ningbo RRT," kata Presiden Direktur IPC Elvyn G Masassya.

Elvyn menyampaikan hal ini dalam acara The 30th IAPH World Ports Conference 2017 di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Rabu (10/5/2017). Penandatanganan MoU dengan Port of Baku dilakukan oleh Elvyn dan Direktur Jenderal Port of Baku Taleh Ziyadov.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fokus utama kami dari MoU ini adalah program internship untuk sumber daya manusia. Kita akan kirimkan tenaga operator kita untuk belajar operasional peti kemas di Indonesia sebagai operator bayangan," kata Taleh di lokasi yang sama.

"Yang kedua dari MoU ini adalah terminal migas. Azerbaijan kaya akan migas dan kami berencana mempelajari operasional pelabuhan untuk migas," tambahnya.

Sementara MoU dengan Ningbo Zhousan Co dari China dilakukan oleh Elvyn dan Vice General Manager of Ningbo Zhousan Chen Goupan. MoU dengan salah satu pelabuhan terbesar di dunia ini diharapkan mampu mempromosikan peluang kerja sama dalam bisnis, permodalan dan teknik bidang pembangunan terminal.

"Ningbo adalah pelabuhan terbesar di dunia untuk peti kemas dan kargo, tahun kemarin kami melayani 920 juta ton. Kami berharap ke depan komunikasi dan kerjasama membawa keuntungan untuk keduanya," ucap Goupan terpisah.

Kembali ke Elvyn, ia menjelaskan kedua MoU ini diharapkan bisa memberi keuntungan untuk IPC juga dalam meningkatkan nilai ekonomi dan komersial pelabuhan di Indonesia. Kerjasama sister port ini dinilai menjadi langkah awal untuk sejalan dengan program pemerintah yakni peningkatan kualitas sektor maritim.

"Kerjasama sister port ini menjadi langkah awal yang baik dalam menjalin hubungan antara IPC dengan Port of Baku dan Port of Ningbo. MoU ini isinya kerjasama dalam hal transfer pengetahuan operasi dan menjajaki kerjasama bidang komersial," ucap Elvyn usai melakukan tandatangan MoU tersebut.

"Diharapkan aktivitas eksport-import antara Indonesia-Azerbaijan dan Indonesia-Tiongkok meningkat melalui pelabuhan. Untuk pelabuhan lainnya di dunia bisa sebagai investasi di Indonesia, dan ini menunjukan pelabuhan di Indonesia juga bagian dari pelabuhan lain kelas dunia," tambah Elvyn. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads