Follow detikFinance
Senin 15 May 2017, 07:03 WIB

Rencana Besar China Kuasai Perdagangan Dunia

Wahyu Daniel - detikFinance
Rencana Besar China Kuasai Perdagangan Dunia Foto: Internet/ebcitizen.com
Jakarta - China menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur raksasa, ini disebut-sebut untuk melancarkan rencananya menguasai perdagangan di dunia. Empat tahun yang lalu, China dipimpin Presiden Xi Jinping, meluncurkan program infrastruktur miliar dolar AS.

Proyek yang dibangun berupa rel kereta, jalan, pelabuhan, dan proyek lain di seluruh Asia, Afrika, dan Eropa.

Rencana China menguasai perekonomian dunia sudah direncanakan lama. Negeri tirai bambu ini juga membuat lembaga tandingan Bank Dunia, yaitu Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) atau Bank Investasi Infrastruktur Asia. Tak hanya itu, China juga mendorong penguatan perdagangan di Asia. Bahkan akhir pekan kemarin, China mengumpulkan sejumlah pemimpin negara dunia di Beijing, untuk membicarakan soal perdagangan bertema 'One Belt, One Road'.


Proyek-proyek infrastruktur yang dibangun China untuk memperkuat perdagangannya antara lain, jalan ribuan kilometer hingga ke Pakistan, lalu bandara internasional di Nepal, serta rel kereta yang menghubungkan China dengan Laos.

Dilansir dari CNN, Senin (15/5/2017), efektivitas dari inisiatif China ini belum terlihat dampaknya dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah ahli mempertanyakan apakah investasi yang dilakukan China bakal efektif.

Xi Jinping menyiapkan US$ 124 miliar atau sekitar Rp 1.649 triliun (kurs Rp 13.300/US$) untuk membangun jalur sutra baru. Dalam rencana ini, ia pun membuka kesempatan kepada setiap pihak untuk bergabung mengembangkan rencana besar untuk memakmurkan dunia.


Rel Kereta ke Nepal

Pemerintah Nepal tengah melakukan pembicaraan serius dengan China untuk pembangunan rel kereta yang menghubungkan dua negara. Nilai investasinya US$ 8 miliar atau sekitar Rp 106 triliun lebih.

Dilansir dari Reuters, Yug Raj Pandev, pejabat di kantor Kementerian Keuangan Nepal, mengatakan rel ini akan memiliki panjang 550 kilometer (km), yang menghubungkan China bagian barat di wilayah Tibet, ke ibu kota Nepal yaitu Kathmandu. Rel ini bisa digunakan untuk mengangkut barang dan penumpang.

Rel ini menjadi bagian dari rencana ambisius Xi Jinping membangun jalur sutra baru. Proyek kereta ini bisa selesai dalam waktu 8 tahun. Pihak China akan mencari biaya untuk proyek tersebut. (wdl/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed