Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, neraca perdagangan Indonesia April 2017 mengalami surplus US$ 1,24 miliar, dengan nilai ekspor US$ 13,17 miliar, dan impor US$ 11,93 miliar.
"Ekspor kita naik walau naiknya dibanding Maret tidak, tapi kalau dibanding YoY naiknya masih bagus, apalagi year to date," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Senin (15/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai ekspor April 2017 yang mencapai US$ 13,17 miliar menurun 10,30% jika dibanding Maret 2017 yaitu dari US$ 14,678,8 miliar menjadi US$ 13,166 miliar. Sementara dibandingkan April 2016 meningkat 12,63%.
Untuk bagian impornya, pada April 2017 mencapai US$ 11,928 miliar atau turun 10,20% dibanding Maret 2017. Hal ini disebabkan oleh turunnya nilai impor migas dan non migas masing-masing 29,25% atau US$ 666,0 juta dan 6,26% atau US$ 689,1 juta.
"Jadi itu modal yang bagus untuk menaikkan penerimaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi," tandasnya. (mkj/mkj)











































