Follow detikFinance
Selasa 16 May 2017, 14:15 WIB

Pengusaha: Tertib atau Enggak, Tetap Dikejar Petugas Pajak

Hendra Kusuma - detikFinance
Pengusaha: Tertib atau Enggak, Tetap Dikejar Petugas Pajak Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Kalangan dunia usaha mulai khawatir dengan aksi berburu para petugas pajak pasca program pengampunan pajak atau tax amnesty. Pasalnya peserta tax amnesty juga tetap disasar oleh para petugas.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (16/5/2017).



Tax amnesty, kata Rosan dianggap tadinya sebagai awal yang baru bagi pajak di dalam negeri. Di mana pemerintah selalu menyebutkan pengampunan juga tidak hanya bagi wajib pajak namun juga Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak).

Dengan konsep berburu sekarang, menurutnya Ditjen Pajak kembali ke masa lalu, di mana mengejar siapa saja tanpa mengetahui tingkat kepatuhannya.

"Jadi ini kembali pemikiran yang dulu ada kembali lagi, kita tertib atau enggak tetap juga diperiksa, iya kan, kita patuh atau enggak tetap saja diubek-ubek, ini kan kembali ke filosofi yang lama," kata dia.



Menurut Rosan, seharusnya Ditjen Pajak menjaga rasa kepercayaan para WP (Wajib Pajak) yang sudah terbangun sejak berlangsungnya program tax amnesty. Apalagi, para pengusaha yang sudah mengikuti program tax amnesty juga dipastikan tidak akan melaporkan data yang tidak sesuai.

"Menurut saya yang ikut setengah-setengah untuk apa, mereka juga tahu kalau ikut setengah-setengah kalau yang ketahuan penalty juga besar, jadi ini justru momentum kepercayaan harus dijaga. Kalau pemikirannya tetap dicurigai juga membuat kepercayaan WP dengan petugas pajak yang sudah terbangun menurun lagi," jelasnya.



Kendati demikian, Rosan mengungkapkan, sebagai pengusaha mendukung Ditjen Pajak untuk melakukan pemeriksaan kepada para WP yang tidak mengikuti tax amnesty. Jika Ditjen Pajak melakukan pemeriksaan kepada para WP yang ikut tax amnesty sangat mengganggu.

"Kita mendukung pada yang tidak ikut tax amnesty, tapi kalau yang sudah dan mau diperiksa lagi ini justru tidak sesuai dengan komitmen menteri keuangan. Iya mengganggu, karena kita sudah melapor, sudah terbuka masa mau diperiksa juga, enggak ada insentifnya dong, ini pemikiran lama, bayar enggak bayar, secara baik atau tidak tetap diperiksa juga," tutupnya. (mkj/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed