Follow detikFinance
Kamis 18 May 2017, 08:46 WIB

Jual Obat Kuat Kaki Lima Omzetnya Rp 500 Ribu/Malam

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jual Obat Kuat Kaki Lima Omzetnya Rp 500 Ribu/Malam Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Membuka bisnis obat kuat mungkin tabu bagi sebagian besar orang. Alasannya, ada yang merasa bisnis tersebut tak bakal bertahan lama, hingga masalah gengsi berjualan obat pembangkit syahwat.

Tapi tak demikian bagi seorang pria paruh baya bernama Abay. Pria tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak pedagang obat kuat di kawasan Jalan Matraman - Jatinegara, Jakarta Timur.

Abay melakoni bisnis obat kuat selama tujuh tahun sejak 2010 lalu. Pria berperawakan tambun itu mengaku menjual obat kuat merupakan satu-satunya mata pencarian.

Abay bercerita, dengan uang sekitar Rp 15 juta yang dimilikinya saat itu sebagai modal digunakan untuk membeli sebuah gerobak beserta sejumlah obat kuat dari seorang pemasok.

"Lumayan (modalnya), sekitar Rp 15 juta. Termasuk gerobak kan mahal udah berapa juta, belum obatnya," cerita Abay saat berbincang dengan detikFinance di gerobak obat kuatnya, Selasa malam (16/5/2017).

Jual Obat Kuat Kaki Lima Omzetnya Rp 500 Ribu/MalamFoto: Fadhly Fauzi Rachman

Ia mengaku pendapatannya setiap hari tak menentu. Rata-rata dia mengantongi omzet sekitar Rp 400.000 per harinya. Saat sedang sepi, kadang dia hanya mendapat Rp 100.000.

Abay mengatakan ada waktu tertentu obat kuat dagangannya laris. Salah satunya sebelum Lebaran datang. Walau tak begitu paham alasannya, namun Abay mengatakan, para pembeli di musim itu ialah orang-orang yang tak pulang kampung saat Lebaran.

"Enggak tahu kenapa begitu, tapi setiap mau Lebaran emang ramai. Ini kan obat cuma sebagai iseng-iseng saja yang pakai, bukan kebutuhan pokok," katanya.

Tak jauh berbeda dengan Abay, salah seorang pedagang obat kuat lainnya bernama Rinto mengatakan pemasukan dari bisnis obat kuat memang tak menentu.

Jual Obat Kuat Kaki Lima Omzetnya Rp 500 Ribu/MalamFoto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance


Dalam sehari, rata-rata Rinto bisa mengantongi omzet sebesar Rp 300.000 - Rp 500.000. Senada, Rinto bilang pembeli ramai pada waktu tertentu, misalnya saat malam Jumat. Konsumen Rinto mulai dari kalangan anak muda hingga orang tua.

"Biasanya sih malam Kamis, itu biasanya ramai (yang beli). Enggak tahu kenapa dari dulu begitu. Malam Jumat juga (ramai). Biasanya buka jam 7 malam, paling sampai jam 3 pagi (kalau ramai). Siapa saja beli di sini, saya siap meladeni," tutur Rinto.

[Gambas:Video 20detik]

(hns/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed