Follow detikFinance
Kamis 18 May 2017, 12:52 WIB

Risiko Jualan Obat Kuat Kaki Lima: Kena Razia Petugas BPOM

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Risiko Jualan Obat Kuat Kaki Lima: Kena Razia Petugas BPOM Kios obat kuat kaki lima di Jakarta (Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance)
Jakarta - Sepanjang jalan Matraman-Jatinegara ramai dipenuhi para pedagang obat kuat kaki lima. Pedagang tersebut hanya beroperasi di malam hari dengan menggunakan gerobak.

Sejumlah pedagang pun mengaku kalau bisnis menjual obat kuat itu bisa mendapatkan omzet yang terbilang besar, bisa mencapai ratusan ribu dalam satu malam.

Namun di luar itu, sama seperti pedagang kaki lima lainnya, mereka pun harus siap dengan petugas yang bisa datang kapan. Tapi yang membedakan dengan pedagang kaki lima lainnya, petugas yang dihadapi oleh penjual obat kuat merupakan petugas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kalau kita biasa urusan sama BPOM, karena suka bilang kalau dagangan kita enggak sehat. Kalau petugas biasa paling kita kasih jatah (uang) saja," ujar salah seorang pedagang kaki lima bernama Abay saat berbincang dengan detikFinance, Jakarta, Selasa (16/5/2017) malam.

[Gambas:Video 20detik]

Dalam setahun belakangan, Abay mengaku BPOM telah tiga kali merazia bisnis obat kuat di daerah tersebut. Beruntungnya, Abay tak pernah terjaring oleh petugas BPOM.

"Kalau saya untung terus. Pas mereka datang (razia), saya lagi enggak jualan," kata Abay.

Tapi Abay bercerita kalau temannya sesama penjual obat kuat pernah terkena razia. Akibatnya barang daganganya diangkut oleh petugas BPOM. Abay pun mengaku tak gentar dengan hal itu. Dirinya mengaku bakal terus berjualan obat kuat.

"Itu kan risiko pedagang kaya begini. Ya jalanin saja kalau saya mah. Paling hanya waswas saja," tukas Abay.

(ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed