Follow detikFinance
Jumat 19 May 2017, 09:55 WIB

Mengapa Dulu Belanda Rajin Bangun Rel KA di RI?

Muhammad Idris - detikFinance
Mengapa Dulu Belanda Rajin Bangun Rel KA di RI? Rel kereta non aktif warisan Belanda (Foto: Dok. KAI)
Jakarta - Saat masih bernama Hindia Belanda, pemerintah kolonial sangat gencar membangun jaringan rel kereta api. Belanda sejak tahun 1870-an, atau setelah kebijakan tanam paksa, sudah membangun jaringan rel kereta api dengan panjang sekitar 6.500 km di Jawa dan Sumatera.

Namun saat ini, hanya sekitar 4.000 km saja yang masih aktif. Jalur kereta api warisan kolonial ini sebagian besar dinonaktivkan pada tahun 1970-an.

Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengungkapkan motivasi utama Belanda membangun jaringan kereta api adalah untuk efisiensi angkutan barang, khususnya hasil perkebunan seperti gula, teh, kopi, tembakau, dan sebagainya.

"Kenapa Belanda bangun banyak rel kereta, padahal saat itu masih sedikit penduduk. Karena itu memang awalnya bukan untuk penumbang, untuk angkutan barang. Kereta ini paling efisien untuk barang sampai ke pelabuhan-pelabuhan," jelas Djoko kepada detikFinance, Jumat (19/5/2017).

"Baru kemudian untuk angkutan penumpang, tapi prioritas barang saat itu. Kalau berpikirnya ini penumpangnya ramai atau tidak, sampai sekarang enggak dibangun-bangun jalur kereta. Karena memang bangun kereta api visinya jangka panjang," katanya lagi.

Lanjut dia, wajar jika negara-negara maju sangat mengandalkan jaringan kereta untuk logistiknya di darat.

"Kereta ini sangat efisien untuk jarak jauh. Seperti China itu serius sekali bangun rel kereta, mereka sampai dirikan 3 perguruan tinggi khusus untuk kereta api. Karena bangun kereta butuh SDM yang spesialisasi," ungkap Djoko. (idr/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed