S&P baru saja menaikkan peringkat utang Indonesia BB+ menjadi BBB- yang berarti Indonesia masuk dalam kategori investment grade.
Penantian ini memang sangat panjang, yaitu sejak 2012, melewati dua pemerintahan, yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Josua menuturkan, faktor yang sangat mendorong adalah penciptaan kredibilitas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABN). Belanja negara dipangkas dengan sangat signifikan sejak pertengahan tahun lalu agar defisit bisa terjaga. Dari sisi lain ada program pengampunan pajak atau tax amnesty yang mendorong penerimaan negara.
Padahal sebelumnya pemerintah Indonesia diproyeksikan berada dalam posisi yang sulit. Akibat penerimaan pajak yang diperkirakan realisasinya jauh dari target.
"Dengan rating upgrade ini, diharapkan investasi akan semakin meningkat lagi baik di investasi portofolio dan FDI. Dan dalam jangka panjang, investasi diharapkan menjadi pendorong utama ekonomi Indonesia sedemikian sehingga pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih sustain," paparnya. (mkj/dnl)











































