Follow detikFinance
Senin 22 May 2017, 10:34 WIB

Laporan Keuangan Dapat WTP, Sri Mulyani: Jangan Dirayakan Berlebihan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Laporan Keuangan Dapat WTP, Sri Mulyani: Jangan Dirayakan Berlebihan Foto: Reuters
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan pendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2016. Ini penilaian tertinggi pertama kali yang dicapai pemerintah, setelah 12 tahun atau sejak 2004 mendapat penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengaku bangga atas prestasi tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan pengelolaan keuangan negara semakin bersih dan akuntabel, sehingga semakin dekat kepada tujuannya dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan merata.

"Ini suatu prestasi yang harus turut menjadi kebanggaan, dan ini hasil kerja anda semua," katanya, di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (22/5/2017).

Untuk itu ia berharap, momen ini dijadikan sebagai momentum untuk menjadi lebih baik lagi, bertepatan dengan hari kebangkitan nasional ke-109 yang baru saja dirayakan 20 Mei lalu, namun juga tidak dirayakan secara berlebihan.

"Opini WTP bukanlah tujuan akhir. Ini tujuan untuk menyampaikan ke masyarakat Indonesia, keuangan negara adalah milik rakyat, untuk rakyat dan didedikasikan untuk rakyat. Oleh karena itu, saya harapkan momentum WTP tidak dirayakan secara berlebihan, tapi suatu awal untuk menunjukkan tradisi pertanggungjawaban akuntabilitas, transparansi menggunakan APBN untuk kesejahteraan rakyat yang makin adil," tukasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan BPK, pemerintah pusat mendapatkan opini WTP atas LKPP 2016. Opini ini, menjadi yang pertama kali diperoleh pemerintah pusat, setelah 12 tahun menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN berupa LKPP sejak 2014.

Jika laporan keuangan diberikan opini jenis ini, artinya auditor meyakini berdasarkan bukti-bukti audit yang dikumpulkan, pemerintah dianggap telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik. Dan kalaupun ada kesalahan, kesalahannya dianggap tidak material dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed