Sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dikeluarkan pada 15 Desember 2016 lalu, hingga kini progres fisik atau konstruksi bagian dari tol BORR sepanjang 11 km tersebut telah mencapai 13,54%, dengan pengadaan lahan 77%.
"Progres sekarang konstruksi 13,54%, lebih cepat dari rencana yang 12,87%," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Senin (22/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu malah mau dipercepat kok. Salah satu kendala itu ada SUTET, lahannya milik PU dipakai oleh SUTET. Sekarang lagi kita mintakan untuk dipindah. Kalau menurut ketentuan, dia kan minta izin dulu untuk memanfaatkan lahannya PU. Sekarang kalau kita mau pakai, berarti enggak susah," tutur Herry.
Pembangunan ruas tol BORR sesi 2B sendiri merupakan kelanjutan dari sesi 2A yang panjangnya 1,95 km. Tol yang membentang di atas ruas Jalan Soleh Iskandar tersebut sudah dioperasikan sejak 2014 lalu. Kini pembangunan dilanjutkan hingga ke Simpang Yasmin sepanjang 2,65 km lagi untuk tersambung ke jembatan sepanjang 5,3 km.
Seperti diketahui, jalan tol Bogor Outer Ring Road sepanjang 11 km dibagi menjadi 3 Seksi, yaitu Seksi 1 (Sentul Selatan-Kedunghalang, 3,7 km), Seksi 2 (Kedung Halang-Yasmin, 4,1 km), dan Seksi 3 (Yasmin-Dramaga, 3,2 km).
Untuk Ruas Sentul Selatan-Kedunghalang dibangun dengan konstruksi at grade (di atas tanah), sedang dari Kedunghalang ke Dramaga rencananya dengan konstruksi layang. Masa konsesi yang diberikan pemerintah dalam pengoperasian jalan tol ini adalah selama 45 tahun. (wdl/wdl)











































