Direktur Utama PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR) Supriyono menjelaskan, saat ini progres pembangunan jalan tol Pemalang-Batang secara keseluruhan sudah mencapai 24,8%. Lalu jika dilihat dari pembebasan lahan sudah mencapai 96,47%.
"Sisanya 3,5 % itu terdiri dari tanah-tanah yang bermasalah, yakni tanah wakaf dan tanah masyarakat yang kita konsinyasikan. Ada juga tanah akses jalan kampung sekitar," tuturnya di Hotel di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (24/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nanti setelah selesai dilalui secara fungsional, bisa kita tambah lagi timbunan tanahnya. Ini untuk sementara," tuturnya.
Karena kondisi jalan yang belum sempurna, nantinya kecepatan kendaraan dari para pemudik yang melalui jalur ini dibatasi hanya 40 km/jam. Jalur ini juga nantinya diterapkan hanya satu arah.
"Jadi H-7 kita buka untuk arus berangkat dan H+7 kita buka untuk arus balik," imbuhnya.
Karena masih bersifat fungsional, pengendara yang melalui jalur tol Pemalang-Batang tidak dipungut tarif. Ruas tol ini juga diharapkan bisa menjadi jalur alternatif jika jalur Pantura padat kendaraan saat musim mudik. (dna/dna)











































