"Hal ini dibuktikan dengan Indonesia sampai tahun kedua (2017-red) untuk konsumsi beras tanpa impor. Produksi mencapai 9 juta ton dalam tiga tahun terakhir ini dengan nilai Rp 36 triliun," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Jumat (2/6/2017).
Amran mengatakan itu saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional 2017 (Musrenbangtannas 2017) di Gedung F Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Amran, peningkatan produksi pangan strategis lainnya yakni jagung. "Kalau dulu komoditas jagung 3,6 juta ton impor, sampai Mei 2017 tak ada impor jagung," ucapnya dengan nada suara bangga dan langsung disambut tepuk tangan peserta Musrenbangtannas 2017.
Amran pada kesempatan itu juga memaparkan tentang anggaran Kementan (2015-2017). Pagu anggaran Kementan anggaran 2018 mencapai Rp 22,65 triliun.
"Dahulu anggaran Kememntan 3,5 persen untuk petani dan 65 persen untuk acara gunting pita, cat gedung, perjalanan dinas, seminar, dan sebagainya. Namun, sekarang kami balik, anggaran didahulukan untuk para petani dan kadis pertanian kabupaten, kota, dan provinsi," katanya.
(nwy/hns)











































