Harga Minyak Anjlok Usai Trump Tunda Serang Pembangkit Listrik Iran

Harga Minyak Anjlok Usai Trump Tunda Serang Pembangkit Listrik Iran

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 23 Mar 2026 19:15 WIB
U.S. President Donald Trump returns to the White House, after Israel and the U.S. launched strikes on Iran, in Washington, D.C., U.S., March 1, 2026. REUTERS/Nathan Howard
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.Foto: REUTERS/Nathan Howard
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menunda serangan terhadap pembangkit listrik Iran selama lima hari ke depan. Hal itu ia ungkap melalui akun resmi Truth Social pada Senin (23/3/2026).

Dilansir dari Reuters, penundaan serangan ini diumumkan selang beberapa jam sebelum batas waktu ancaman serangan AS terhadap Iran. Dalam unggahannya, AS disebut telah menggelar pertemuan dengan Iran selama dua hari untuk membahas nasib perang tersebut.

"Penyelesaian Permusuhan Secara Lengkap dan total di Timur Tengah," tulis Trump dikutip dari Reuters, Senin (23/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahan tersebut, Trump mengaku telah menginstruksikan departemen pertahanan untuk menunda serangan sambil menunggu hasil pembicaraan yang tengah berlangsung.

Tak berselang lama dari pengumuman tersebut, harga minyak dunia tercatat turun lebih dari 13% pada perdagangan Senin. Harga minyak mentah Brent berjangka misalnya, turun sekitar US$17 atau sekitar 15% ke level US$96 per barel pada pukul 11:08 GMT.

ADVERTISEMENT

Kemudian minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS, tercatat turun US$ 13 atau sekitar 13,5% ke level terendah sesi sebesar US$ 85,28.

Sebelumnya, Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka penuh dalam waktu 48 jam terhitung sejak Sabtu (21/3) kemarin. Serangan tersebut Trump targetkan berlangsung pukul 19.44 EDT (2344 GMT) pada hari Senin.

Namun ancaman ini dibalas oleh Garda Revolusi Iran yang menargetkan pembangkit listrik Israel. Selain itu, Iran juga menargetkan serangannya terhadap pembangkit yang memasok listrik ke pangkalan AS di seluruh wilayah Teluk.

Aksi saling ancaman ini mendorong pemogokan pada jaringan listrik Teluk. Kondisi ini berimbas pada meningkatnya kekhawatiran gangguan besar pada proses desalinasi air minum.

Selain itu, pasar minyak juga disebut akan semakin terguncang imbas meningkatnya serangan kedua negara tersebut. Adapun hingga saat ini, tercatat lebih dari 2.000 orang tewas dalam perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.

Perang yang melibatkan negara Teluk ini juga telah mengguncang pasar keuangan global, menaikkan biaya bahan bakar, memicu kekhawatiran inflasi global, dan menggoyahkan aliansi Barat pascaperang.

Saksikan juga Sosok: Mimpi Yoga "Yow" Ardian, Lahirkan Juara Akrobat dari Gang Sempit Jakarta

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads