Susi memberikan apresiasi kepada Jokowi yang berani memilih orang karena kemampuannya untuk menjadi seorang menteri.
"Saya apresiasi Presiden Jokowi yang berani memilih lulusan SMP seperti saya untuk menjadi menteri," kata Susi yang tengah berbincang dengan para diaspora yang menemuinya di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York, Senin (5/6/2017) malam waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini karena saya dipilih sebagai menteri. Kalau tidak, itu (penghargaan internasional) tidak mungkin," sambung dia.
Memang, memilih sosok yang tepat untuk mengisi jabatan tinggi di sebuah pemerintahan merupakan kunci keberhasilan dalam mengelola negara. Dalam hal pengelolaan laut dan kekayaan laut di dalamnya, kata Susi, juga perlu orang yang tepat.
"Karena reforming isn't an easy work (reformasi bukan pekerjaan mudah)," tegas Susi.
Ia menyadari, posisinya sebagai Menteri bukanlah hadiah, melainkan tanggung jawab yang diberikan berdasarkan kepercayan dari seorang kepala negara. Untuk itu, ia mengaku akan sepenuh hati menjalankan tugas sebagai menteri.
"Menteri itu adalah jabatan politik. So I will give the best for my country," kata Susi.
Ia menambahkan, dengan berbagai kebijakan yang dilakukan terutama memerangi pencurian ikan atau illegal fishing menuai banyak kecaman dari kalangan pengusaha.
Padahal, lanjut Susi, apa yang dilakukannya adalah untuk menjamin ketersediaan ikan dalam jangka panjang. Yang artinya juga menjamin kelangsungan bisnis para pengusa.
"Memang pebisnis berpikir kalau menjaga laut sustain itu melawan produktivitas. Padahal kalau tidak sustain produksi kita, ikan bisa habis. Keberlanjutan usaha jadi dipertanyakan, karena tak ada lagi ikan yang bisa ditangkap. Jadi pengusaha jangan berpikir eksploitasi saja," tegas Susi. (dna/ang)











































