Cara Kerja Pengebom Ikan: Bentuk 4 Tim untuk Kecoh Petugas KKP

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 07 Jun 2017 18:26 WIB
Foto: Dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan
Jakarta - Pelaku pengebom bekerja dalam tim yang terpisah dan pembagian tugas masing-masing. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Eko Djalmo Asmadi, menjelaskan para pelaku bom ikan biasanya bekerja dalam 4 tim dengan perahu yang berbeda.

Setiap kelompok memiliki tugas masing-masing, dari pengamatan, peracikan bom, peledakan bom, dan terakhir memanen ikan tangkapan.
"Pertama mereka ada tim peninjau dia periksa situasi, perahu kedua itu tim yang bawa bahan peledak yang belum dicampur, ada tim lagi bawa hulu ledaknya (detonator), setelah kemudian diledakkan, ikan hasil bom itu dibiarkan saja ditinggal, nanti ada nelayan yang datang khusus mengambil ikan. Seolah dia sedang jaring ikan saja," jelas Eko ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Setiap tim tersebut saling berkomunikasi, sehingga keberadaan aparat yang berpatroli mudah tercium. Hal lain yang menambah kesulitan penangkapan, yakni para pelaku memisahkan bahan peledak mereka dalam kapal atau perahu berbeda, baru kemudian diracik menjadi bom saat berada di tengah laut.

"Ada tim bawa peledak saja berupa pupuk, itu belum dicampur (jadi bom). Kemudian datang tim ketiga bawa penyala detonator. Jadi di kapal kedua ini mereka enggak ada korek api, juga detonator, sumbu dan sebagainya. Kalau pas ditangkap dia hanya bawa pupuk saja, kita enggak bisa tangkap," terang Eko.


Pembagian peran yang rapi ini, membuat kelompok nelayan pengebom ikan ini sangat lincah. Bahkan saat mereka sudah diketahui oleh aparat, mereka umumnya bisa segara kabur ke darat tanpa bisa ditangkap aparat.

Selama ini, lanjut dia, penggunaan bom ikan dilakukan oleh nelayan lokal. Selain itu, nelayan yang tertangkap umumnya nelayan kecil. Namun, pihaknya memperkirakan ada pemain besar yang membekingi nelayan kecil tersebut.

"Kita selama ini tidak banyak menangkap pelakunya, tapi hanya berhasil menangkap hasil tangkapan dan alat tangkapnya. Dia lari ke darat begitu tahu ada kapal kita, kapal kita enggak bisa ikuti, jadi ditinggal saja itu alat-alat mereka. Ini yang sering terjadi," kata Eko.

Beberapa wilayah yang diidentifikasi banyak aktivitas pengeboman ikan antara lain perairan Lombok Timur, Belitung, Lampung, Karimun Jawa, Bawean, Kepulauan Spermonde, Flores Timur, Alor, dan Pangkep. (idr/hns)