Dengan penggunaan uang elektronik, maka waktu transaksi di gerbang tol akan jauh lebih singkat. Hal ini juga sekaligus menjadi terobosan pemerintah untuk mendorong penetrasi penggunaan uang elektronik di gerbang tol menuju 100% non tunai pada Oktober nanti.
Berdasarkan daftar tol dari Jakarta hingga Semarang yang dirangkum oleh detikFinance, setidaknya ada 3 ruas tol yang mendapatkan diskon, yakni pada ruas tol Jakarta-Cikampek, Purbaleunyi, Palikanci sebesar 20% dan tol Cikampek-Palimanan sebesar 10%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Cikarang Utama-Palimanan, pemudik akan dikenakan tarif Rp 109.500. Jika didiskon 20%, maka tarif menjadi Rp 87.600.
Kemudian, untuk sampai ke ruas Pejagan-Pemalang, pemudik masih bisa melalui tol operasional hingga ke Brebes Timur. Penggabungan sistem pembayaran dimulai dari Jalan Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan dan Tol Pejagan-Pemalang (hingga Brebes Timur). Jadi, saat pemudik tiba di pintu tol Palimanan, selain membayar juga diberikan tiket untuk keluar di pintu tol Brebes Timur.
Di tol Brebes Timur, pemudik yang berasal dari Palimanan akan dikenakan tarif Rp 55.500 dengan rincian Palimanan-Kanci Rp 11.500, Kanci-Pejagan Rp 24.000, Pejagan-Brebes Timur Rp 20.000. Dengan tol yang terintegrasi, maka tarif Rp 55.000 didiskon 20% menjadi Rp 44.500.
Dengan begitu, total dana yang dibutuhkan hingga ke ruas Brebes Timur adalah sebesar Rp 132.100. Jumlah ini lebih murah Rp 32.900 dibanding tarif sebelum didiskon, yakni Rp 165.000.
Selepas dari tol Brebes Timur, pemudik bisa terus menggunakan ruas tol Pejagan-Pemalang secara fungsional hingga Pemalang.
Bahkan pemudik bisa terus melanjutkan hingga ke ruas Pemalang-Batang yang juga bakal dilalui secara fungsional atau darurat. Dibukanya ruas ini akan mengurai kepadatan di jalur pantai utara (Pantura).
Sedangkan perjalanan dari Batang hingga Semarang, pemudik bisa menggunakan tol fungsional sampai ke Weleri, Kabupaten Kendal. (dna/dna)











































