"Yang saya stres itu daging ayam turunnya terlalu cepat, ini bikin stres. Oversupply dari jumlah ternak dan jumlah petelur," ujar Enggartiasto di Komplek Istana Presiden, Jakarta, Selasa (13/6/2017).
Pria yang biasa dipanggil Enggar itu tak menjelaskan berapa besar penuruhan harga ayam. Ia hanya menjelaskan produksi ayam di tingkat peternak cukup tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, sekarang jangan dulu. Nanti habis Lebaran," kata Enggar.
Sebelmnya, sejumlah peternak mengadu ke Enggar karena harga ayam anjlok. Mereka bertemu Enggar, Kamis (30/3/2017). Waktu itu Enggar mengatakan, untuk mendapatkan harga jual yang lebih baik bukan diselesaikan dengan cara membuat biaya Harga Pokok Produksi (HPP) peternak turun, tapi salah satunya lewat penurunan DOC dan pakan ternak.
"Kalau dinaikkan konsumen rugi. Lalu, bagaimana? Komponen harga tetap, biaya produksi yang harus turun yaitu dari pakan ternak dan bibit. Jadi dua alternatif, ini kami undang GPMT (Gabungan Perusahaan Makanan Ternak) tolong turunkan harganya," jelas Enggar. (hns/hns)











































