Bank Dunia: Ekonomi RI 2017 Diperkirakan Tumbuh 5,2%

Bank Dunia: Ekonomi RI 2017 Diperkirakan Tumbuh 5,2%

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 15 Jun 2017 13:16 WIB
Bank Dunia: Ekonomi RI 2017 Diperkirakan Tumbuh 5,2%
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Kondisi fundamental dalam negeri yang membaik membuat Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2017 sebesar 5,2%. Beberapa hal yang mendasari optimisme tersebut di antaranya membaiknya sejumlah fundamental makro ekonomi Indonesia, seperti konsumsi swasta yang diperkirakan meningkat, inflasi yang menurun, hingga nilai rupiah yang stabil.

"Outlook ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan mencapai 5,2% pada 2017 dan selanjutnya akan menguat menjadi 5,3% pada 2018. Saya pikir ini adalah kabar baik," kata World Bank Country Director for Indonesia, Rodrigo Chaves dalam sambutannya pada acara Launching Indonesia Economic Quarterly Report World Bank di Soehanna Hall The Energy Building SCBD, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Pengelolaan fiskal di semester I tahun 2017 yang cukup baik juga mendorong optimisme ini. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal I tahun ini mencapai 5,01%, meningkat dari 4,9% di Triwulan ke-4 tahun 2016.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, seiring dengan pertumbuhan perekonomian global yang kuat dan pulihnya perdagangan dunia, pertumbuhan total ekspor Indonesia meningkat hampir dua kali lipat menjadi 8% dari 4,2% pada triwulan sebelumnya, setelah 2 tahun sebelumnya negatif.

Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tetap menjanjikan meskipun lembaga yang berbasis di Washington tersebut telah menurunkan perkiraan untuk pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahun 2017 di Indonesia sebesar 0,1 persen menjadi 5,2 persen dalam Prospek Ekonomi Global bulan Juni 2017. Rodrigo menekankan ekonomi Indonesia tetap relatif kuat dan merupakan salah satu pasar negara yang paling menjanjikan.

Rodrigo menyatakan, peningkatan peringkat kelayakan investasi Indonesia ke status investment grade oleh Standard & Poor's menjadi sentimen positif masuknya dana investasi ke Indonesia.

"Indonesia kini telah memperoleh status investment grade dari ketiga peringkat kredit global utama. Ini pertama kalinya selama 20 tahun, sejak krisis Asia tahun 98, Indonesia mendapatkan investment grade. Ini merefleksikan fundamental dan fiskal Indonesia yang lebih baik," tukasnya.

(mkj/mkj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads