"Di sini lebih murah harga-harganya dibandingkan di Jakarta," kata Enggar, sapaan akrabnya, di Pasar Kranggot, Cilegon, Kamis (15/6/2017).
Beberapa komoditas yang terbilang lebih murah tersebut antara lain bawang putih yang sudah dijual Rp 30.000/kg, bawang merah Rp 30.000/kg, minyak goreng kemasan Rp 13.000/liter, minyak goreng curah Rp 10.000/liter, telur ayam ras Rp 19.500/kg, dan daging sapi Rp 110.000-105.000/kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai perbandingan, harga bahan pokok di Jakarta, contohnya di Pasar Rawamangun, masih tinggi. Contohnya, gula pasir Rp 14.000/kg, minyak goreng curah Rp 12.000/liter, minyak goreng kemasan Rp 13.000/liter, daging sapi Rp 115.000-120.000/kg, bawang merah Rp 32.000/kg, dan bawang putih Rp 32.000/kg.
Menurut Enggar, lebih murahnya harga bahan makanan pokok di Cilegon lantaran dekat dengan basis produksi dan sentra pertanian.
"Karena dekat dia bisa potong rantai, kalau dia dekat karena lebih murah. Bisa didrop langsung, potong mata rantai. Kalau dia bilang ambil dari distributornya di Jakarta atau Jawa Timur, baru kirim lagi ke sini kan enggak masuk akal. Dulu saya juga bilang yang lebih dekat harus lebih murah. Benefitnya buat orang di sini, tapi bukan berarti di daerah lain lebih mahal atau lebih tinggi dari HET (Harga Eceran Tertinggi)," tandas Enggar.











































