Follow detikFinance
Jumat 16 Jun 2017, 16:43 WIB

Sri Mulyani Instruksikan PNS Kemenkeu Hemat Anggaran

Hendra Kusuma - detikFinance
Sri Mulyani Instruksikan PNS Kemenkeu Hemat Anggaran Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Melalui video dengan durasi sekitar 6 menit 25 detik, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan serta mengajak seluruh pegawai di Kementerian Keuangan mengenai gerakan efisiensi.

Seperti yang dikutip detikFinance, Jumat (16/6/2017) melalui Instruksi Menteri Keuangan (IMK)-346/IMK.01/2017 tentang Gerakan Efisiensi sebagai Penguatan Budaya Kementerian Keuangan. Di mana, tujuan IMK tersebut mewujudkan perbaikan budaya organisasi Kementerian Keuangan guna mendorong reformasi birokrasi dan menjadi branding Kemenkeu secara nasional.

Dalam IMK-346/IMK.01/2017 juga terdapat beberapa langkah efisiensi pelaksanaan tugas. Seperti work-life balance, yang isinya pemanfaatan jam kerja secara efektif dan meminimalisir jam lembur, dengan tetap memperhatikan tanggung jawab dan penyelesaian tugas.

Lalu, percepatan pelaksanaan tugas antara lain melalui percepatan proses untuk berkas masuk/keluar pada level unit eselon I, II, III, dan IV. Lalu, pembahasan kebijakan yang efektif, yang mana pengelolaan rapat pembahasan yang tepat waktu dan terstandarisasi (antara lain kejelasan durasi rapat, tujuan rapat, dan penetapan peserta rapat yang berkompeten).

Selanjutnya, Sri Mulyani juga mengajak seluruh jajaran pegawai di Kementerian Keuangan melakukan efisiensi anggaran birokrasi, seperti efisiensi perjalan dinas, pembatasan Rapat Dalam Kantor (RDK), pengurangan makanan rapat, pembatasan makan siang, pembatasan pemberian honorarium tim kerja dan narasumber, go green maksudnya dalam penggunaan air, listrik, ATK dan internet, serta melakukan efisiensi perdagangan barang dan jasa.

Berikut instruksi Sri Mulyani:

Kita telah melaksanakan reformasi birokrasi dan transformasi kelembagaan dalam satu dasawarsa ini, dan ini telah membawa perubahan positif bagi kinerja Kementerian Keuangan, namun kita tidak boleh berpuas diri karena kita terus mampu memperbaiki diri tidak hanya baik untuk di Kementerian Keuangan namun juga untuk seluruh bangsa dan negara Indonesia.

Reformasi adalah perubahan di dalam pola berfikir kita bagaimana kita mengubah tingkah laku kita, bagaimana kita memantapkan nilai-nilai di Kementerian Keuangan, termasuk di dalamnya yang paling penting dalam pesan saat ini efisiensi birokrasi. Efisiensi birokrasi salah satu quick wins kita di dalam program reformasi.

Saya sudah mengeluarkan Instruksi Menteri Keuangan (IMK) untuk mencanangkan Gerakan Efisiensi di lingkungan Kementerian Keuangan. Saya ingin melakukan ini agar seluruh jajaran di Kementerian Keuangan dapat bekerja dengan baik, memiliki keseimbangan work-life balance, namun juga tepat mengedepankan prinsip-prinsip efektivitas dan efisiensi.

Kita semua sebagai pengelola keuangan negara harus menjadi contoh di dalam mengimplementasikan anggaran dari Kementerian Keuangan atau Keuangan negara secara keseluruhan.

Oleh karena itu saya ingin menyampaikan beberapa hal. Belanja operasional, kita mengetahui Kementerian Keuangan sama dengan Kementerian yang lain, tentu untuk bisa bekerja kita membutuhkan anggaran operasional, namun saya tahu di dalam belanja operasional banyak sekali efisiensi yang bisa kita lakukan, misalnya anda melakukan pembatasan perjalan dinas dengan menggunakan teknologi lebih banyak, rapat bersama bisa dilakukan antara daerah dan pusat tanpa harus melakukan perjalan dinas, tapi menggunakan teknologi.

Pembatasan Rapat di dalam Kantor (RDK) dan pembatasan untuk hal kecil namun penting, kudapan dan makanan siang, pembatasan pembelilan honorarium tim kerja dan narasumber, penggunaan air, listrik, telepon, ATK, Internet, nampaknya semuanya kecil namun itu menunjukan suatu upaya efisiensi yang luar biasa dalam menggunakan barang dan jasa di Kementerian Keuangan.

Kita memiliki value di Kementerian Keuangan yaitu menuju kesempurnaan, tidak ada yang sempurna tanpa melakukan yang kecil namun baik. Oleh karena itu saya ingin seluruh jajaran kementerian Keuangan untuk mensukseskan gerakan efisiensi di masing-masing unit. Hal kecil, matikan listrik atau matikan lampu apabila tidak digunakan, saling mengingatkan dalam menggunakan air, bagaiamana kita bisa mengurangi hal-hal yang tidak perlu atau tidak penting termasuk rapat-rapat yang dibuat dengan agenda yang jelas, dengan waktu yang jelas, dengan output yang jelas, sehingga anda tidak terus menerus di dalam ruangan rapat yang bahkan tidak memberikan hasil yang jelas bagi Kementerian Keuangan.

Perubahan ini merupakan perubahan budaya dan nilai, tidak akan mungkin terjadi apabila disampaikan melalu instruksi semacam ini, dia akan bisa jalan apabila kita semua, anda semua, saya, kita semua ikut berkontribusi dengan mengubah sikap kita, mengubah cara berpikir kita, saling mengingatkan.

Saya ingin memberikan contoh yang mudah untuk anda semua, sekarang ini apabila Kementerian Keuangan melakukan 10% saja penghematan untuk anggaran operasional, 10% saja anggaran operasional kita hemat itu nilainya setara dengan 626.666 siswa SD yang mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), nilainya adalah sama dengan 2.820 rehabilitasi ruang kelas, coba kita bayangkan yang kita anggap kecil dan sepele namun dia merupakan arti yang luar biasa bagi rakyat kita, uang yang ada kita tidak boroskan untuk membayar perjalan dinas yang tidak diperlukan atau membayar listrik, membayar air, membayar ATK, yang mungkin bisa kita hemat tanpa mengurangi produktivitas kita, tanpa mengurangi kinerja kita, namun kita bisa hemat karena mampu menggunakan dengan tepat, maka dana itu sangat berguna untuk rakyat kita.

Inilah komitmen yang ingin saya canangkan, saya ingin tularkan, saya ingin tumbuhkan, bagi seluruh birokrasi di Kementerian Keuangan, jadilah panutan, jadilah contoh, jadilah birokrat yang kredibel, profesional dan menjadi role model bagi bangsa Indonesia, Insya Allah kita akan membangun Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed