Maret, Ekspor RI Naik 13,63%
Senin, 02 Mei 2005 15:12 WIB
Jakarta - Nilai ekspor Indonesia pada Maret 2005 mencapai US$ 7,25 miliar atau naik 13,63 persen dibandingkan ekspor pada Februari 2005 yang sebesar US$ 6,38 miliar. "Secara kumulatif ekspor Januari-Maret 2005 juga mengalami peningkatan 31,39 persen dibandingkan periode sama tahun 2004," kata Kepala BPS Choiril Maksum saat jumpa pers di kantornya, Jl Dr Soetomo, Jakarta, Senin (2/5/2005).Ekspor nonmigas pada Maret 2005 mencapai US$ 5,48 miliar naik 8,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan untuk periode Januari-Maret 2005 ekspor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 34,20 persen.Peningkatan ekspor nonmigas terbesar terjadi pada ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar US$ 146,5 juta. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral khususnya batubara sebesar US$ 76,4 juta.Ekspor nonmigas ke Jepang mencapai angka tertinggi yaitu US$ 883 juta, disusul AS sebesar US$ 862,8 juta dan Singapura sebesar US$ 630 juta. "Kontribusi ekspor nonmigas ke ketiga negara ini mencapai 43,34 persen. Ekspor ke Uni Eropa sebesar US$ 886,3 juta," ujar Choiril Maksum.Ekspor hasil pertanian serta ekspor hasil industri pada Januari sampai Maret 2005 meningkat masing-masing 39,87 persen dan 26,83 persen dibandingkan periode sama tahun 2004. Hasil tambang juga mengalami kenaikan sebesar 125,69 persen disebabkan adanya kenaikan komoditi bijih, kerak dan abu logam.Impor NaikSementara itu nilai impor Indonesia pada Maret 2005 mencapai US$ 4,98 miliar naik 22,02 persen dibandingkan bulan Februari sebesar US$ 3,98 miliar. Selama tahun kalender Januari-Maret 2005 nilai impor mencapai US$ 13,09 miliar atau meningkat 28,26 persen dibandingkan impor periode sama tahun 2004 sebesar US$ 10,20 miliar.Impor nonmigas pada Maret 2005 mencapai US$ 3,35 miliar atau meningkat 12,10 persen dibanding impor bulan Februari 2005. Sedangkan selama Januari-Maret 2005 mencapai US$ 9,40 miliar atau meningkat 21,17 persen dibanding impor periode sama tahun 2004.Penyumbang terbesar impor nonmigas terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 1,79 miliar atau 19,04 persen dari total impor nonmigas. Pemasok barang impor terbesar juga ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 1,72 miliar dengan pengsa 18,30 persen diikuti Cina sebesar 12,44 persen dan Amerika Serikat 8,93 persen. Sementara impor dari Uni Eropa tercatat sebesar 14,82 persen.Berdasarkan golongan penggunaan barang, impor bahan baku selama Januari-Maret 2005 meningkat 27,27 persen dibandingkan periode sama tahun 2004 demikian juga impor barang modal dan barang konsumsi masing-masing meningkat sebesar 39,46 persen dan 21,48 persen.
(san/)











































