Nilai Tukar Petani Indonesia Turun 1,22 Persen
Senin, 02 Mei 2005 16:20 WIB
Jakarta - Nilai tukar petani (NTP) pada Februari turun 1,22 persen atau 100,5 dibandingkan Januari 2005 yang mencapai 101,29. Hal ini disebabkan adanya penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,77 persen dari 466,13 menjadi 462,55.Menurut Kepala BPS Choiril Maksum, Senin (2/5/2005), pada periode yang sama indeks harga yang dibayar petani (IB) naik sebesar 0,46 persen dari 460,21 pada Januari 2005 menjadi 462,32 pada Februari 2005.Dari 22 propinsi yang diamati selama bulan Februari, 9 propinsi mengalami kenaikan NTP sedangkan 13 propinsi mengalami penurunan. "Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Riau sekitar 4,05 persen terutama karena naiknya harga ketela pohon sebesar 50 persen. Sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Bali yakni -11,99 persen karena turunnya harga pisang Ambon produksi petani sebesar 12,47 perseb," papar Choiril.Pada Februari, inflasi di daerah pedesaan mencapai 0,26 persen. Inflasi terjadi karena harga keempat kelompok konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan. Kelompok makanan naik 0,09 persen; perumahan naik 0,55 persen; kelompok pakaian naik 0,23 persen; aneka barang dan jasa naik 0,43 persen.Sementara itu berdasarkan observasi BPS dari 1.239 transaksi gabah di 16 propinsi pada April 2005 harga gabah untuk kualitas gabah kering giling naik 1,66 persen dibanding Maret 2005. Kualitas gabah kering panen turun 3,28 persen. Gabah dengan kualitas rendah turun 3,63 persen."Penurunan harga gabah disebabkan panen raya masih berlangsung, namun secara rata-rata harga gabah semua kualitas masih berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP)," terang Choiril Maksum.Walaupun harga gabah turun, tetapi prosentase harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP turun dibanding bulan lalu yaitu dari 42,86 persen pada Maret 2005 menjadi 39,06 persen pada April 2005.Prosentase gabah yang berkualitas rendah juga turun yaitu dari 25,06 persen pada Maret 2005 menjadi 23,97 persen pada April 2005. Harga gabah terendah di tingkat petani terjadi di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar-Bali sebesar Rp 885 per kilogram untuk harga gabah kualitas gabah kering panen. Harga tertinggi sebesar Rp 2.718,71 per kilogram dijumpai di kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman-Sumatera Barat.Upah BuruhUpah harian buruh tani pada Februari 2005 naik 1,26 persen dibandingkan Januari yaitu dari Rp 11.379 menjadi Rp 11.522. Secara riil upah mengalami kenaikan dibanding bulan Januari sebesar 1,11 persen. Jika dibandingkan dengan Februari 2004, upah nominal juga mengalami kenaikan sebesar 7,25 persen.Untuk upah bulanan pembantu rumah tangga pada April naik 0,38 persen dibandingkan Maret 2005 yaitu dari Rp 150.391 menjadi Rp 150.968. Secara riil itu naik 0,04 persen dibandingkan dengan upah April 2004 upah bulanan pembantu rumah tangga naik 7,62 persen.Upaha bulanan buruh industri pada triwulan III-2004 turun 2,34 persen dibanding triwulan II-2004 yaitu Rp 860.329 menjadi Rp 840.171. Secara riil turun 2,84 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan III-2003 upah buruh industri naik 15,85 persen.
(san/)











































