Tarif Listrik Hingga Ongkos Angkutan Picu Inflasi Juni

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 03 Jul 2017 12:09 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni 2017 sebesar 0,69%. Menurut Kepala BPS, Suhariyanto, lonjakan inflasi ini dipicu 3 faktor.

Pertama, penyesuaian tarif listrik 900 VA.

"Kita semua tahu apa yang terjadi di sana komoditas dominan di sana penyesuaian tarif listrik 900 VA. Ada pengalihan subsidi, tadinya menerima subsidi, tapi sebetulnya mampu. Sumbangannya 0,17%," jelas Suhariyanto, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Senin (3/7/2017).

Kedua, kenaikan tarif angkutan udara, dengan sumbangan ke inflasi sebesar 0,12%. Ketiga, kenaikan tarif angkutan antar kota, dengan sumbangan inflasi meningkat sebesar 0,08%.


Selain itu, Suhariyanto, menjelaskan pemicu inflasi paling dominan adalah kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,27%, dengan sumbangan ke inflasi 0,23%.

Adapun inflasi bahan pangan sebesar 0,69%, dengan andil terhadap inflasi Juni kecil, yaitu 0,14%. Menurut Suhariyanto, selama Ramadan tak ada gejolak harga pangan yang signifikan.

"Satu catatan di sini gejolak bahan pangan seperti daging dan beras tidak terjadi di Lebaran ini," terang Suhariyanto.

Suhariyanto mengatakan, andil bahan pangan kecil karena kenaikan harga sayuran juga kecil. Misalnya bawang merah dan daging ayam 0,03%, pepaya 0,02%. Kemudian, sayuran-sayuran kecil seperti pepaya muda kentang, mentimun, wortel, bayam, masing-masing 0,01%.

Sadangkan inflasi produk makanan sebesar 0,39%, dengan sumbangan 0,07% ke inflasi Juni. Inflasi dipicu dari kelompok makanan jadi, seperti kue kering kemudian ada mie ada nasi, lauk, kopi, rokok kretek masing-masing 0,01%, dengan andil inflasi sebesar 0,07%. (hns/wdl)