Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan ada yang salah dengan model bisnis restoran sekaligus minimarket yang diterapkan MDRN di Indonesia sehingga kalah bersaing. Kondisi tersebut tak berlaku untuk Sevel yang berada di negara lainnya.
Selain itu, gerai Sevel di negara lain tak menjual harga produknya lebih mahal dari pesaing, lantaran tak terlalu mengandalkan profit dari margin yang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum Sevel, lanjut dia, pernah berkembang pula gerai-gerai ritel yang khusus memperdagangkan barang untuk tempat kulakan atau grosir, namun kemudian juga tak berkembang di Indonesia.
"Zaman dulu orang tidak bisa beli ritel di situ, tapi beli grosiran. Tapi yang beli UKM, nah itu kita sudah tidak jalan yang itu, sudah mati. Padahal itu duluan sebelum Sevel. Situasi ini tentu yang harus coba kita cermati," terang Darmin. (idr/ang)











































