Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 04 Jul 2017 16:05 WIB

RI Tawarkan Proyek Infrastruktur ke Korsel Hingga AS

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Setelah mengajak Australia investasi di sektor pariwisata, pemerintah bakal menjaring negara lain untuk investasi di proyek infrastruktur. Targetnya, negara-negara di Asia, Amerika, dan Eropa.

Negara mana sajakah itu?

"Kita akan coba promosi ke Korea Selatan (Korsel), Jepang, Amerika Serikat (AS), Kanada hingga Belanda, kami akan cari negara-negara yang punya dana jangka panjang," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Dia menceritakan, di Ontario, salah satu negara bagian di Kanada ada perusahaan dana pensiun (dapen) yang mengelola dana pensiun guru.

Nilainya sekitar 20 kali dari dana kelolaan milik BPJS Ketenagakerjaan. Untuk informasi, dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan per 2016 mencapai Rp 262 triliun itu artinya dana kelolaan dapen di Ontario itu mencapai Rp 5.240 triliun.

Dia juga mencontohkan seperti pembangunan Kuala Lumpur International Airport (KLIA) yang sumber dananya berasal dari perusahaan dapen di Kuala Lumpur.

Namun, menurut Bambang dapen di Indonesia belum siap untuk "puasa" atau tidak mendapatkan imbal hasil dalam jangka pendek dan menengah. Pasalnya, pembangunan infrastruktur adalah proyek jangka panjang.

"Kami mengerti ini merupakan hal baru, tapi mereka harusnya bisa menyisihkan 10% untuk investasi langsung, karena itulah kami memberi pilihan tidak hanya direct equity financing tapi juga reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dan perpetual bond yang akan disempurnakan lagi aturannya," ujar Bambang. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com