Follow detikFinance
Rabu 05 Jul 2017, 14:53 WIB

Ini Alasan Ibu Kota RI Harus Pindah dan 3 Calon Lokasinya

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Ini Alasan Ibu Kota RI Harus Pindah dan 3 Calon Lokasinya Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Pemerintah melalui Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah mengkaji perpindahan ibu kota negara dari Jakarta ke luar Jawa. Kalimantan menjadi calon kuat dan ada 3 lokasi yang cocok.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan hasil kajian pemindahan ibu kota akan dilaporkan oleh Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai kunjungan presiden ke Turki dan pertemuan G20 di Jerman.

"Nanti kalau sudah diputuskan, di hasil kajiannya Pak Bambang itu kan, layak enggak, kenapa harus pindah. Kalau pindah, ditentukan di mananya, baru kita lihat perencanaan dan desain untuk lokasinya. Sekarang kan baru pada tahap kenapa harus pindah," papar Basuki di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (5/7/2017).



Basuki mengatakan, menurut informasi yang didapatnya dari Bappenas, ada tiga calon lokasi kuat ibu kota yang baru. Lokasi tersebut adalah Kalimantan Tengah (Palangka Raya), Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Alasan pemindahan ibu kota ini, ujar Basuki, adalah untuk memisahkan kota ekonomi dan kota pusat pemerintahan. Jakarta nantinya akan tetap menjadi kota pusat ekonomi atau bisnis.

Pemindahan ibu kota ini memang baru sebatas wacana. Sehingga Basuki dan kementeriannya belum bisa bergerak untuk mengkaji infrastruktur yang akan dibangun.



"Kalau di lokasinya kan belum pasti, jadi belum bisa. Tapi, kalau fasilitas apa saja, yang pasti ya fasilitas perkotaan yang standar. Transportasi massal, drainase, perumahan. Misalnya minimal mau pindah administrasi, PNS kita yang di pusat kan sekitar 900.000. Ya, minimal itu harus ada perumahannya, tapi kalau perumahan tok, hidup perkotaannya mesti dari mana? Ya pasti harus ada komersilnya. Ya jadi saya kira itu baru identifikasi," papar Basuki

Basuki mengatakan, pada tahun depan paling mungkin yang dilakukan adalah memulai desainnya. Namun perlu persetujuan dari Presiden Jokowi terlebih dahulu.

"Kalau (Presiden) yes, 2018 baru mulai ada kegiatan menuju ke arah detailnya. Apakah menuju planning-nya, baru detail desainnya," ujar Basuki. (wdl/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed