Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 11 Jul 2017 13:10 WIB

Rogoh Rp 134 T, China Mau Bangun Rel Kereta Medan-Danau Toba

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: M Iqbal/detikcom Foto: M Iqbal/detikcom
Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan, menyatakan sejumlah investor saat ini berlomba untuk menanamkan modalnya di Indonesia, salah satunya investor asal China.

Luhut menjelaskan, kali ini investor asal China tertarik untuk berinvestasi di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Sebelumnya, kata Luhut, perusahaan asal negeri tirai bambu tersebut juga telah menanamkan modalnya di kawasan Morowali, Sulawesi Tengah dengan nilai sekitar US$ 7 miliar.

"Kita punya showcase yang kita tidak pernah tahu. Investasi Tiongkok di Morowali itu hampir US$7 miliar, telah mulai produksi minggu lalu, itu adalah stainless steel," kata Luhut di Jakarta, Selasa (11/7/2017).


Untuk di wilayah Danau Toba, Luhut menjelaskan, investor China berupaya untuk mengembangkan sektor perikanan dan infrastruktur yakni dengan membangun jalur kereta yang menghubungkan dari Medan hingga Danau Toba, dengan nilai investasi sebesar US$10 miliar atau sekitar Rp 134 triliun (US$ 1=Rp 13.400)

"Dia (China) mau bangun railroad dari Medan sampai Danau Toba, dia mau bangun infrastruktur. Saya pikir dia mau investasi kecil, dia bilang kami siap sampai US$ 10 miliar," terang Luhut.

Namun demikian, Luhut menegaskan, walau pemerintah membutuhkan penanaman modal baru, namun investor tersebut tetap harus mengikuti kebijakan dan aturan pemerintah RI.

"Tapi saya bilang kamu harus mengikuti rules of engagement Indonesia, tidak bisa kamu (China) yang atur," tegasnya.


Saat ini, kata Luhut, sejumlah investor saat ini tertarik untuk berinvestasi di dalam negeri, terlebih Indonesia telah meraih investment grade dari Standards & Poor's (S&P). Tak hanya itu, Luhut juga mengatakan saat ini pemerintah telah memberikan sejumlah kemudahan bagi para investor untuk melakukan investasi.

Menurut Luhut, Indonesia menjadi sasaran investasi, karena pemerintah telah melakukan berbagai perbaikan dalam kemudahan investasi, salah satunya ialah denhan menyederhanakan peraturan, menerapkan transparansi dan cepat mengambil keputusan.

"Anda sekali-sekali bisa hadir melihat bagaimana kita membuat keputusan yang cepat, transparan, dan sesuai dengan aturan. Semua hal-hal yang tidak perlu kita potong," pungkas Luhut. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed