Turut hadir dalam rapat kali ini Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Rifky Effendi Hardijanto, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo, Kepala BPSDM M Zulficar Mochtar, serta beberapa pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan lainnya.
Rapat dimulai pada pukul 15.25 WIB dan dihadiri oleh 26 dari 48 anggota Komisi IV DPR RI. Dalam RAPBN 2018, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajukan alokasi pagu indikatif sebesar Rp 7,32 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rincian anggaran per direktorat lanjut Edhy, terdiri dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya sebesar Rp 944 miliar, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 813,4 miliar, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 785 miliar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut sebesar Rp 683 miliar, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 1,79 triliun, dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan sebesar Rp 529 miliar.
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance |
Dalam APBNP 2017, KKP juga melakukan efisiensi Rp 161,3 miliar dari Rp 9,29 triliun menjadi Rp 9,13 triliun.
Susi dalam paparannya menargetkan konsumsi ikannnasional tahun depan bisa mencapai 50,65 kilogram per kapita per tahun. Angka ini naik dari 2016 sebesar 43 kilogram per kapita per tahun.
"Konsumsi ikan ditargetkan 50,65 kilogram," kata Susi. (ang/ang)












































Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance