"Neraca perdagangan kita surplus US$ 1,63 miliar. Ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2012. Ini perkembangan yang menggembirakan," kata Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/7/2017).
Untuk ekspor Juni US$ 11,64 miliar atau turun 11,82 % dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara bila dibandingkan dengan Mei 2017 turun 18,82%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus untuk minyak dan gas bumi (migas) turun 0,38% dibandingkan Mei 2017 dengan nilai US$ 1,29 miliar dan naik 8,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor non migas menyumbang 90,49% dari total ekspor Juni 2017 dengan nilai US$ 10,35 miliar.
Total ekspor 2017 (Januari - Juni) mencapai US$ 79,96 miliar atau naik 14,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Sedangkan ekspor non migas mencapai US$ 72,35 miliar atau naik 13,73%.
Pangsa pasar ekspor:
- China US$ 9,13 miliar
- Amerika Serikat (AS) US$ 8,37 miliar
- India US$ 6,85 miliar
Impor
Impor Juni 2017 tercatat US$ 10,1 miliar atau turun 27,26% dibandingkan Mei 2017, dan turun 17,21% dibandingkan Juni 2016.
Untuk migas di Juni 2017 mencapai US$ 1,61 miliar atau turun 9,79% dibandingkan Mei 2017, sedangkan jika dibandingkan Juni 2016 turun 8,80%. Impor nonmigas Juni 2017 mencapai US$ 8,40 miliar atau turun 29,88% dibanding Mei 2017, demikian juga bila dibanding Juni 2016 turun 18,65%.
Total impor selama tahun ini adalah US$ 72,33 miliar atau naik 9,60% (yoy). Khusus non migas juga naik 5,94%, menjadi US$ 60,70 miliar.
Porsi terbesar adalah mesin dan peralatan mekanik dengan US$ 9,70 miliar dan mesin dan peralatan listrik US$ 7,98 miliar.
Pangsa pasar impor:
- China US$ 15,76 miliar
- Jepang US$ 6,77 miliar
- Thailand US$ 4,42 miliar











































