Kata Susi Soal 'Kekuatan' yang Ingin Dirinya Diganti

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 19 Jul 2017 23:45 WIB
Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan, pernah mengatakan ada kekuatan yang ingin Susi Pudjiastuti dilengserkan dari posisi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP). Pernyataan ini disampaikan Budi Gunawan di hadapan para alim ulama dalam acara Halaqah Nasional Alim Ulama di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (13/7/2017).

Lantas, apa respons Susi terhadap pernyataan Kepala BIN tersebut?

"Intelijen kan selalu punya informasi baik, mereka punya jaringan bagus. Ya mungkin saja (ada pihak yang ingin melengserkan). Ya wajar saja kan kalau ada yang merasa terganggu," kata Susi di sela-sela acara pemberian gelar adat Wadonna Pinunjul di kantor KKP, Jakarta, Rabu (19/7/2017).


Menurut Susi, pihak yang tidak suka dengannya adalah mereka yang selama ini tak menyukai kebijakan-kebijakannya selama menjabat Menteri KKP.

"Kalau di ikan pasti orang luar yang pakai agen di dalam negeri. Dua-duanya berarti, wajar saja mereka dulu bisa ambil untung karena tidak ada aturan, saya kira wajar saja," kata Susi.

Seperti diketahui, sejak diangkat menjadi Menteri KKP pada 2014 lalu, susi gencar memberantas illegal fishing, penghentian operasi kapal eks asing, hingga yang paling baru pelarangan alat tangkap cantrang.

[Gambas:Video 20detik]



Selain itu, dalam acara gelar adat Wadonna Pinunjul, beberapa sesepuh adat Sunda mengusulkan Susi maju dalam Pilkada Jawa Barat (Jabar). Salah satunya dari Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Barat yang juga tokoh Sunda, Nandang Permana.

"Kami dukung, sesepuh juga sudah sampaikan (dukungan). Kalau Bu Susi dikeukeuyeuk (dikeroyok) di Jakarta, bawa saja ke Jawa Barat, dia kan putera daerah kami. Kami dukung," kata Nandang ditemui usai penyerahan gelar Wadonna Pinunjul kepada Susi.

Menanggapi usulan maju dalam Pilkada Jabar, Susi mengatakan akan terus mengabdi kepada masyarakat.

"Terus mengabdi, tapi kan tidak perlu maju Pilgub. Biar orang-orang hebat saja yang maju," tutur Susi. (idr/hns)