Tanggapan Mensos Usai Ditegur Jokowi Soal Rastra Telat Disalurkan

Tanggapan Mensos Usai Ditegur Jokowi Soal Rastra Telat Disalurkan

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 24 Jul 2017 17:27 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang kabinet paripurna menyinggung keterlambatan pendistribusian beras sejahtera (rastra) yang memberikan dampak pada peningkatan penduduk miskin.

Sesuai laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat kenaikan jumlah orang miskin sebanyak 6.900 orang dari September 2016 hingga Maret 2017.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, keterlambatan distribusi rastra dikarenakan adanya mekanisme dari tunai menjadi bantuan pangan non tunai (BPNT) di awal tahun 2017.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini di awal Januari-Februari masih ada konversi dari rastra ke bantuan pangan, sementara BPS kan turunnya 1 Maret, sekarang saat ini sedang berproses, makanya Presiden sampaikan saat ini soal timing-nya," kata Khofifah di Komplek Istana, Jakarta, Senin (24/7/2017).


Pada 2017, kata Khofifah, terdapat sekitar 1,28 juta rumah tangga yang mendapat konversi dari bantuan pangan tunai menjadi BPNT. Di mana, saat survei dilakukan masih dalam konsolidasi antar daerah.

"Jadi ada konversi dari rastra ke bantuan pangan pada saat itu konsolidasi dengan daerah sedang berjalan," jelas dia.


Meski demikian, Khofifah memastikan bahwa survei BPS pada September tahun ini akan lebih baik dibandingkan pada awal 2017. Adapun, distribusi BPNT di 2018 meningkat menjadi 10 juta rumah tangga dari total 15,5 juta.

"Insya Allah kalau Survei September BPS akan bagus, karena kalau awal bantuan pangan juga baru berjalan kan. Kalau tahun depan ini 10 juta, makanya saya menyampaikan infrastruktur harus disiapkan sekarang, koordinasi sudah mulai dilakukan sehingga Januari 2018 siap," tutup dia. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads