Harga Minyak Dunia akan Tetap Tinggi

Harga Minyak Dunia akan Tetap Tinggi

- detikFinance
Senin, 09 Mei 2005 14:02 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia diperkirakan akan tetap tinggi sampai akhir 2005. Berdasarkan perkiraan Central Global Economic Studies (CGS), harga minyak dunia akan berkisar US$ 56-54 per barel hingga tahun ini.Demikian dikatakan Gubernur OPEC untuk Indonesia Maizar Rahman saat konferensi pers di Departemen ESDM Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (9/5/2005).Menurut Maizar, seharusnya pemerintah dapat bersikap realistis untuk mengantisipasi masalah yang timbul akibat tingginya harga minyak dunia. Perkiraan harga tetap tinggi berdasarkan faktor kenaikan permintaan 2005 yang sebanyak 1,6 juta barel per hari.Kenaikan itu didorong oleh pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 4,1 persen dengan penggerak utama Amerika Serikat (AS) dan negara berkembang di Asia terutama Cina. Faktor lainnya lagi, produksi non OPEC akan cenderung lebi rendah sebesar 0,06 juta barel oper hari dari perkiraan semula sebesar 0,99 juta barel per hari. Selain itu, juga dikarenakan peningkatan stok yang cukup menonjol untuk menghadapi hambatan produksi di hulu dan hilir.Maizar menyatakan, cadangan OPEC 2005 sudah 2,5 juta barel per hari, di atas call on OPEC yang paling tinggi juga mempengaruhi tingginya harga minyak. Saat ini, kata Maizar, investasi peningkatan kapasitas dan fleksilitas kilang-kilang masih dalam tahap awal sehingga harga masih tetap akan tinggi. "Juga karena faktor geopolitik di negara Timur Tengah yang masih belum stabil," tegasnya.Maizar mengatakan, produksi total OPEC pada Maret 2005 sebanyak 29,761 juta barel per hari dengan produksi rata-rata pada kuartal 2005 sebanyak 29,51 juta barel per hari. Sedangkan permintaan minyak dunia pada kuartal pertama sejulah 84,03 juta barel per hari.Soal status Indonesia di OPEC, kata Maizar, saat ini masih dalam tahap kajian dan hasilnya akan diumumkan segera. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads