Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 03 Agu 2017 12:41 WIB

Ada Kerugian Rp 200 Miliar Sehari Gara-gara Mogok Kerja JICT

Hendra Kusuma - detikFinance
Kemacetan akibat pekerja JICT mogok kerja. Foto: Ardan Adhi Chandra Kemacetan akibat pekerja JICT mogok kerja. Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Asosiasi Logistik Indonesia memprediksi kerugian dari aksi mogok pegawai PT Jakarta International Container Terminal (JICT) sekitar ratusan miliar dalam satu hari.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldi Ilham Masita saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

"Kerugian menurut saya sih sampai Rp 100-200 miliar per hari," kat Zaldi.

Aksi mogok yang dilakukan sekitar 600 pegawai JICT ini berlangsung mulai hari ini sampai 10 Agustus. Menurut Zaldi, kerugian ini semakin besar jika mogok kerja tidak segera dihentikan.

Lanjut Zaldi, ada sekitar ratusan perusahaan logistik dan jika digabung dengan perusahaan jasa lainnya sekitar ribuan perusahaan akan terganggu operasionalnya.
"Jadi tidak bisa lama begitu, bisa setop ekonomi Indonesia, satu hari saja sudah kelamaan," jelas dia.

Asosiasi Logistik Indonesia meminta pemerintah tidak lagi memusatkan satu kegiatan ekspor dan impor di satu pelabuhan. Sebab, jika Pelabuhan Tanjung Priok terkena masalah maka satu Indonesia kena dampaknya.

"Secepatnya pemerintah mengembangkan pelabuhan lain agar lebih merata dan risiko lebih kecil," tukas dia.
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com