Follow detikFinance
Senin 07 Aug 2017, 13:54 WIB

Susi: Laut RI Paling Ditakuti di Seluruh Dunia

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Susi: Laut RI Paling Ditakuti di Seluruh Dunia Sentra Perikanan dan Kelautan Natuna. Foto: Eduardo Simorangkir
Natuna - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengapresiasi upaya Satgas 115 dalam menjaga laut Natuna dari kapal-kapal asing pencuri ikan.

Menurut Susi, Natuna yang dahulu sering dilupakan karena posisinya yang berada di perbatasan, kini telah mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Hal tersebut dibuktikan dengan dibangunnya Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa di Kabupaten Natuna, yang akan menjadi poros penunjang kegiatan perikanan nelayan-nelayan di wilayah Natuna.

"Natuna yang dulu sepertinya daerah entah siapa yang punya, karena terlalu jauh dan kecil di peta Indonesia, sekarang militer, pertahanan, semua berpikir sama bahwa Natuna adalah titik penting kedaulatan Indonesia di laut," kata dia dalam paparannya kepada nelayan di SKPT Selat Lampa, Natuna, Senin (7/8/2017).

Susi berujar, kapal-kapal asing pencuri ikan menjadi langkah pertama pemerintah, sehingga nelayan bisa memaksimalkan potensi laut yang ada dan pada akhirnya mewujudkan kedaulatan Indonesia atas laut yang selama ini dinikmati oleh asing.

"Makanya kita berantas. Angkatan Laut jadi motor paling depan. PSDKP, Polair, Kejaksaan, kita bersinergi dalam satgas 115. Menjadikan Indonesia negara paling ditakuti oleh pencuri ikan di seluruh dunia. Tidak ada laut yang ditakuti daripada laut Indonesia," ujar Susi.

Dia bilang, Natuna sebagai salah satu wilayah terdepan Indonesia dan menyimpan potensi kelautan yang sangat besar menjadi penggerak semangat pemerintah menjaga wilayah perairan Natuna.

"Karena panjang ZEE kita adalah laut, bukan daratan. Perbatasan di darat cuma ada di Papua, Kalimantan, dan NTT. Tapi laut ini luas dan kita tidak mungkin memagari laut. Kita tidak mungkin membariskan tentara kita, dijajarin untuk perbatasan Natuna saja belum tentu tertutup. Yang bisa adalah konsistensi, keseriusan pemerintah dalam menjaga lautnya," ungkap Susi.

Untuk itu, Ia berharap agar upaya pemberantasan kapal asing pencuri ikan dari laut Natuna bisa dilakukan dengan konsisten.

"Hukum kita bisa dibeli, aparat kita bisa disuap, ya selesai. Izin diperjualbelikan, ya selesai. Semua orang punya duit, ya dibeli ini negara. Makanya kalau kita masih ingin hidup lewat penghasilan dari laut kita, kita harus jaga laut kita. Fasilitas ini saya buat setelah saya menyelesaikan pencurian ikan. Karena kalau pencurian ikan tidak diberantas, ikannya juga enggak akan ada. Nanti TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dibangun begini juga percuma," tandasnya. (eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed