Harga Minyak Turun di Asia

Harga Minyak Turun di Asia

- detikFinance
Rabu, 11 Mei 2005 16:06 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah turun di pasar Asia. Jatuhnya harga minyak itu sebagai respons atas kenaikan jumlah cadangan minyak di Amerika Serikat (AS), yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia. Turunnya harga minyak di pasar Asia itu setelah beberapa waktu lalu pasar New York Mercantile Exchange menaikkan stok minyaknya. Peningkatan stok itu karena adanya spekulasi makin meningkatnya permintaan bahan bakar minyak (BBM).Minyak jenis light sweet crude untuk kontrak bulan Juni di pasar New York Mercantile Exchange turun sekitar 38 sen sehingga menjadi US$ 51,69 per barel. Padahal sebelumnya harga minyak itu sempat tinggi lagi di pasar Asia sebesar US$ 52,07 per barel. Departemen Energi AS dalam siaran persnya seperti dikutip Associated Press Rabu (11/5/2006) menyatakan, AS akan berupaya meningkatkan cadangan minyaknya. Cadangan minyak telah mengalami masa kritisnya beberapa waktu lalu. Bahkan harganya sempat menembus angka US$ 58,26 per barel pada awal April 205.Para pelaku pasar tampaknya agak berhati-hati dalam menyikapi perubahan harga minyak yang sangat dinamis ini. Saat cadangan dinaikkan harga akan tertekan, namun di sisi lain kenaikan itu ternyata tidak seimbang dengan permintaan. "Harga akan sulit diprediksikan," kata Daniel Hynes, analis ANZ Bank di Melbourne, Australia. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads