Follow detikFinance
Senin, 21 Agu 2017 14:23 WIB

Begini Cara Mentan Genjot Produksi Cengkeh Hingga Bawang Putih

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Foto: Dok. Kementan Foto: Dok. Kementan
Jakarta - Indonesia dikenal kaya rempah-rempah, bahkan sejak zaman penjajahan. Menurut Menteri Pertanian (Mentan), pemerintah ingin mengembalikan kejayaan rempah-rempah itu dengan memprioritas anggaran untuk bibit dan benih rempah-rempah.

"Ada potensi Indonesia yang paling besar yang harus kita garap. 500 taun lalu Indo dikenal dengan rempah-rempah. Kita akan dorong kembali kejayaan Indonesia jadi pemain dunia, bukan hanya di Asia," kata Amran di Jakarta, Senin (21/8/2017).

"Eropa dengan belanda datang ke Indonesia karena rempah-rempah, bukan karena tambang dan seterusnya. Pada saat itu siapa yang bisa kuasai rempah-rempah, bisa kuasai dunia," lanjutnya.

Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran bibit dan benih sebesar Rp 5,5 triliun. Sebanyak Rp 2,4 triliun telah mengalir tahun ini, dan sisanya masuk dalam anggaran 2018.

"Rp 5,5 triliun itu untuk tahun ini dan tahun depan. 2017 ini Rp 2,4 triliun, sisanya 2018," kata Sekretaris Jenderal Kementan Hari Priyono, kepada detikFinance, Senin (21/8/2017).

Hari menjelaskan, anggaran tersebut akan dipakai untuk bibit dan benih hortikultura dan perkebunan.

"Komoditi perkebunan, kelapa, karet, lada dan beberapa komoditi lain. Horti kita ingin fokus ke bawang putih dan buah-buahan. Jeruk, durian, mangga, manggis," terang Hari.

Selain itu, masih ada tanaman rempah-rempah lainnya yang bakal disediakan bibit dan benihnya.

"Yang jelas pala, cengkeh, lada. Lalu ada bawang putih, mete, dan kakao," pungkas Amran. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed