Follow detikFinance
Rabu 23 Aug 2017, 19:00 WIB

Saat Sri Mulyani Puji dan Ajak Selfie Kades Hebat dari Klaten

Hendra Kusuma - detikFinance
Saat Sri Mulyani Puji dan Ajak Selfie Kades Hebat dari Klaten Foto: Hendra Kusuma
Klaten - Setelah membuka acara Seminar Internasional Keuangan Syariah yang ke-2 atau 2nd Annual Islamic Finance Conference/AIFC) 2017 serta memberikan kuliah umum APBN kepada ratusan mahasiswa UGM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati langsung meluncur ke Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah.

Kehadirannya di Desa Ponggok ini sekaligus meninjau pengelolaan anggaran dana desa yang telah dialokasikan pemerintah sejak 2015. Apalagi, Desa Ponggok ini merupakan desa yang sukses mengelola dana desa secara mandiri.

Dari anggaran dana desa, saat ini Desa Ponggok terkenal sebagai desa pariwisata lantaran banyak masyarakat yang memposting lokasi pariwisata Umbul Ponggok di media sosial.

Tiba di lokasi sekitar pukul 15.45 WIB, Sri Mulyani disambut langsung oleh Kepala Desa Ponggok Junaedhi Mulyono, dan beberapa pejabat yang mendampingi. Serta melakukan tinjauan lokasi pariwisata Umbul Ponggok sembari memberikan makanan ikan yang berada di kolam.

Sambil berdiskusi terkait pengembangan dana desa, Sri Mulyani lantas mengajak selfie atau foto bersama dengan Kepala Desa Ponggok. Foto ini diminta langsung karena sebagai bentuk kagum orang nomor satu di Kementerian Keuangan.

"Ini kelapa desa yang hebat. Saya ingin selfie, mana ponsel saya? Supaya saya bisa selfie dengan kepala desanya," kata Sri Mulyani sambil membidikan ponselnya, Klaten, Rabu (23/8/2017).

Sehabis selfie, Sri Mulyani langsung melanjutkan diskusi dengan Kepala Desa serta Plt Bupati Klaten Sri Mulyani terkait dengan perkembangan dana desa.

"Ini tentu luar biasa, kita akan lihat sebagai contoh yang berhasil, karena kita lihat komitmen dari pimpinan dan masyarakatnya. Dan juga lingkungannya yang selalu dijaga baik. Sekarang tiap desa mendapatkan anggaran dari pemerintah. Kalau ponggok bisa yang lain harusnya juga bisa," kata Sri Mulyani.

Sementara itu, Kepala Desa Ponggok Junaedhi Mulyono mengatakan, anggaran dana desa yang diterima Ponggok sekitar Rp 800 juta yang dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dasar, hingga pariwisata.

"Ponggok ini berada di daratan rendah antara gunung merapi dan mermabu, secara potensi Ponggok ini diberi anugerah air melimpah di antara gunung merapi dan mermabu, ini menjadikan Ponggok menjadi desa mandiri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Junaedhi.

Dia menceritakan, di tahun ketiga implementasi dana desa sudah membuat Desa Ponggok mandiri dan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola dana desa demi mensejahterakan warganya.

"Desa ponggok memiliki tujuan ke depan, menjadi desa wisata yang mampu mengolah potensi desa, dari visi misi ini alhamdulillah di tahun ke-3 sudah bisa menjalankan RPJMDes dengan baik," tukas dia. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed