ADVERTISEMENT

Pemerintah Siapkan 3,2 Juta Ha Lahan Pertanian di Luar Jawa

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 30 Agu 2017 14:53 WIB
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Upaya mendongkrak produksi pertanian harus berhadapan dengan alih fungsi lahan. Sebagai solusinya, pemerintah menyiapkan alternatif berupa lahan-lahan sub optimal, yaitu lahan basah, rawa, tegalan, pasang surut, dan kering.

Mayoritas lahan sub optimal tersebut tersebar di luar Jawa.

"Masa depan kita ada di lahan sub optimal yang luasanya ada 3,2 juta hektar (ha) di Indonesia, baik basah, rawa, pasang surut, lahan kering, dan lahan tegalan. Ini yang jadi fokus kita," ungkap Dadih dalam diskusi 'Kinerja Kedaulatan Pangan' di Hotel Santika, Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Lahan sub optimal paling potensial berada di 7 Provinsi yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Pihaknya masih merancang anggaran dan rencana luasan lahan sub optimal yang bisa dimanfaatkan.


"Lahan 3,2 juta hektar bertahap, habis dong anggaran kalau semua tahun depan. Anggaran masih dihitung. Bisa dua kali panen, kuncinya di sumber daya manusianya juga, kalau sudah siap, masyarakat belum mau dan mampu, ya tidak bisa. Nanti malah muncul berita cetak sawah tapi terbengkalai," tuturnya.

Dia mencontohkan, saat ini Kementan sudah membuka lahan 1.200 hektar sebagai lahan sub optimal yang sudah selesai dibuka dan bisa panen padi dua kali dalam setahun.

"Fokus kami mulai di Sumsel, lahan lebak kita atur tata airnya dengan bangun kluster 1.200 hektar. Model di Ogan Ilir ini biasanya hanya buat tangkap ikan gabus sama ikan sepat. Kita coba buatkan polder dan mekanisasi dengan pompa yang dimodifikasi, sekarang sudah bisa dua kali panen," pungkas Dadih. (idr/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT