Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 10 Sep 2017 19:40 WIB

Usai Blusukan di NTT, Menhub Berikan Kuliah Umum di Bima

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra-detikFinance Foto: Ardan Adhi Chandra-detikFinance
Bima - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melewati akhir pekannya kali ini dengan deretan agenda kunjungan kerja nan padat. Sedari pagi, ia harus terbang ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tak berhenti di situ, Budi yang didampingi Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso pun melanjutkan perjalanannya ke Pelabuhan Rote Ndao lewat udara. Perjalanan berikutnya pun masih berlanjut ke Pelabuhan Waingapu.

Sebelum bertolak ke Jakarta, Budi menyempatkan diri mengisi kuliah umum di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dibalut dalam Dialog Kerja Bersama Membangun Bangsa. Acara ini dihadiri ratusan mahasiswa STKIP Taman Siswa, dosen, serta pejabat setempat.

Dalam kesempatan ini, Budi bercerita betapa pentingnya pembangunan infrastruktur transportasi di berbagai daerah, terutama di pinggiran dan terluar. Pembangunan infrastruktur di daerah juga bisa menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat karena daerahnya menjadi perhatian pembangunan pemerintah.

"Itu daerah kita tempat membanggakan bagi masyarakat Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote," ujar Budi di STKIP Taman Siswa, Bima, Minggu (10/9/2017).

Dialog kali ini dimoderatori oleh Tubagus Dedi Suwendi Gumelar alias Miing Bagito. Dalam kesempatan ini, Miing juga bertanya heran kepada Budi lantaran tak pernah memiliki hari libur.

Budi mengungkapkan, hari libur di akhir pekannya digunakan untuk meninjau infrastruktur di wilayah timur Indonesia. Dengan demikian pembangunan infrastruktur transportasi bisa dirasakan di timur Indonesia juga.

"Indonesia timur kita berikan satu prioritas. Enggak segan-segan setiap minggu bergiliran ke Indonesia bagian timur," kata Budi.

Budi juga menceritakan kendala program tol laut yang minim membawa komoditas dari timur ke barat. "Muatan dari timur ke barat masih kecil, 30%," tutup Budi. (ara/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com