Follow detikFinance
Selasa 19 Sep 2017, 18:01 WIB

Batas Barang dari Luar Negeri US$ 250 Tak Layak, Ini Kata Bea Cukai

Hendra Kusuma - detikFinance
Batas Barang dari Luar Negeri US$ 250 Tak Layak, Ini Kata Bea Cukai Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan tidak menutup mata terkait dengan usulan-usulan mengenai revisi batasan nilai barang penumpang yang dianggap sudah rendah.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea dan Cukai, Robert Leonard Marbun mengatakan, pihak Bea dan Cukai juga terus melakukan pembicaraan tingkat internasional dan akan melakukan penyesuaian dengan melihat perkembangan ekonomi.

"Jadi yang kita juga dengar masukan masyarakat selain dari internasional, dan kita terus review, nah misalnya ini juga akan kita review, masukan masyarakat termasuk, dan dalam proses itu tidak ada yang harga mati," kata Robert saat berbincang dengan detikFinance di Kantornya, Jakarta, Selasa (19/9/2017).


Aturan yang berlaku saat ini tertuang dalam PMK Nomor 188 Tahun 2010 tentang penumpang dikenakan bea masuk barang lantaran harganya di atas batasan harga yang dibebaskan biaya masuk. Di mana, batasan untuk individu sebesar US$ 250 per penumpang atau US$ 1.000 per keluarga.

Kata Robert, untuk melakukan revisi dibutuhkan waktu yang cukup panjang, dan harus melandaskan asas keadilan bagi masyarakat.

"Review itukan bisa jadi plus bisa jadi minus, dan kita selalu memperhatikan penumpang, tapi juga asas keadilan tadi, ada pengusaha impor barang dan dia harus kita dengar juga, yang impor juga kan bayar pajak, mempekerjakan orang, nanti kalau orang ini enggak bisa bersaing kan tutup nih, nanti orang yang bekerjanya bagaimana, jadi bea cukai melihat bukan hanya melihat penumpang, tapi ritelernya juga yang membuat barang yang sama," ungkap dia.


Mengenai waktunya kapan, lanjut Robert, Bea dan Cukai akan menyiapkan terlebih dahulu pertemuan-pertemuan pembahasan teknis dengan para seluruh stakeholder, sebelum sampai pada persoalan inti yakni mengenai batasan nilai barang penumpang.

"Kalau proses bea cukai itu kalau ada revisi kita harus buat semacam public hiring, FGD, ketemu dengan industri, ketemu dengan ini, kami juga harus undang selain riteler yang barangnya sama persis, atau juga kita ngomong dengan industri kecil, yang kemungkinan dia akan terpengaruh," tukas dia. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed