Follow detikFinance
Rabu 20 Sep 2017, 18:54 WIB

Sri Mulyani Bicara Soal Barang Mewah Kena Pajak di Bandara RI

Maikel Jefriando - detikFinance
Sri Mulyani Bicara Soal Barang Mewah Kena Pajak di Bandara RI Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati angkat bicara soal banyaknya keluhan masyarakat yang diperiksa oleh petugas Ditjen Bea Cukai sekembali dari luar negeri. Apalagi ada yang harus membayar pajak dan bea masuk dengan jumlah yang tidak sedikit.

Dalam akun Facebook Sri Mulyani Indrawati yang dikutip detikFinance, Rabu (20/9/2017), disampaikan bahwa aturan tersebut sudah lama berlaku.

Bahwa ada batasan dari nilai barang yang boleh dibawa masuk ke Indonesia. Bila melewati maka harus dikenakan pajak dan bea masuk.

Berikut pernyataan lengkap Sri Mulyani:

Beberapa waktu yang lalu banyak dibicarakan mengenai adanya ketentuan tentang barang bawaan penumpang dari luar negeri yang merupakan otoritas dari Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan. Sebenarnya tidak terdapat hal yang baru dari ketentuan ini, karena peraturannya sudah ada sejak tahun 1996 dan kemudian dilakukan revisi pada tahun 2010 (Peraturan Menkeu Nomor 188/PMK.04/2010).

Pada prinsipnya semua barang yang dimasukkan ke dalam wilayah Republik Indonesia dianggap sebagai barang impor. Untuk barang penumpang yang masuk melalui bandar udara, pelabuhan laut dan perbatasan, maka terutang bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Yang termasuk barang penumpang adalah barang keperluan pribadi penumpang dan barang dagangan.

Barang pribadi penumpang adalah semua barang yang dibawa oleh semua penumpang tapi tidak termasuk barang dagangan. Barang dagangan adalah barang yang menurut jenis, sifat, dan jumlah tidak wajar untuk keperluan pribadi.

Pemerintah Indonesia menerapkan pembebasan barang bawaan penumpang sebesar US$ 250/orang atau US$ 1.000/keluarga, 200 batang sigaret, 25 batang cerutu, atau 100 gram tembakau iris/hasil tembakau lainnya, dan 1 liter minuman mengandung etil alkohol. Jika penumpang membawa barang pribadi di bawah nilai tersebut maka tidak akan dipungut bea masuk dan pajak impor.

Setiap negara memiliki ketentuan yang berbeda mengenai besaran pembebasan pajak/ bea masuk terhadap barang yang dibawa penumpang ketika memasuki wilayah teritorial negara tersebut, sebagai contoh : Malaysia berkisar antara US$ 18,75 – US$ 125, Thailand US$ 285, Belanda US$ 330 – 474, Kanada US$ 153 US$ dan Singapura US$ 150 untuk kurang 48 jam.

Saya meminta seluruh jajaran Ditjen Bea Cukai untuk terus menerus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial, website, banner, pamflet, leaflet, dan iklan layanan masyarakat agar semakin banyak masyarakat yang memahaminya. Untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat, Ditjen Bea Cukai telah menyediakan contact center Bravo Bea Cukai di 1500225.

Kami di Kementerian Keuangan senantiasa akan mengevaluasi ketentuan barang bawaan penumpang ini terutama penerapan jumlah deminis value (threshold) dengan mengacu pada international best practice, perekonomian, income perkapita dan tentunya termasuk simplifikasi prosedur agar tidak rumit sehingga disamping asas keadilan juga memberikan kemudahan dan kejelasan.

Jakarta, 20 September 2017 (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed