"Sekarang lagi ramai ada sistem online. Itu mulai ya bikin sepi ya. Mungkin karena itu juga," kata Siti, salah satu pedagang pakaian di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat (22/9/2017).
Selain itu, Siti menduga sepinya dagangan di Pasar Tanah Abang karena masyarakat sedang menahan diri untuk belanja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting daya beli sih ya, mungkin sekarang orang lagi enggak punya duit, jadi jarang belanja," ujar Siti.
Senada dengan Siti, pedagang Blok A Pasar Tanah Abang lainnya bernama Iyan menduga sepinya jualan lantara konsumen saat ini lebih memilih belanja online
"Iya bisa jadi karena online jadi sepi, pembeli kalau mau belanja cuma pencat-pencet saja. Tapi sebetulnya kalau ke sini (Tanah Abang) kan mereka bisa pilih langsung, bisa lihat barangnya, jadi lebih enak," tutur Iyan.
Solusi pedagang Tanah Abang mengatasi sepinya penjualan adalah dengan menggelar diskon hingga 50%
"Ya tergantung (diskonnya), kadang 30%, kadang malah bisa 50% kalau itu barang (stok) lama," kata Siti
Setali tiga uang, Robby pedagang Tanah Abang lainnya juga melakukan hal yang sama. Pemberian diskon menjadi salah satu cara agar stok dagangannya tak menumpuk.
"Pengambilan barang biasa satu minggu dua sampai tiga bal, sekarang paling satu bal. Satu bal itu kalau jaket isinya 10-12 lusin. Itu saja kadang sisa. Makanya kita akali pakai diskon, padahal biasanya harga pas," tutur Robby. (hns/hns)










































