Follow detikFinance
Senin 25 Sep 2017, 14:00 WIB

2 Proyek LRT Saling Silang di Dukuh Atas, Begini Penyelesaiannya

Eduardo Simorangkir - detikFinance
2 Proyek LRT Saling Silang di Dukuh Atas, Begini Penyelesaiannya Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pemerintah memutuskan upaya yang ditempuh untuk menyinkronkan jalur Light Rapid Transit (LRT) Jakarta dan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek yang bertemu di Dukuh Atas. Dalam rapat koordinasi yang dilangsungkan di Kemenko Maritim, Jakarta, hari ini, diputuskan bahwa kedua jalur proyek kereta ringan yang berbeda otoritasnya tersebut akan memiliki jalurnya masing-masing.

"Jadi Adhi Karya bangun track sendiri, Jakpro juga bangun sendiri, karena lahannya cukup. Jadi masing-masing bisa dikasih. Karena masing-masing punya target untuk mencapai waktu tempuhnya," kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) Bambang Prihartono ditemui di Kemenko Maritim, Jakarta, Senin (25/9/2017).

Sebelumnya, diketahui bahwa skema sinkronisasi trase LRT Jakarta dan LRT Jabodebek yang saling bersilangan di Dukuh Atas belum bisa tentukan lantaran lahan yang cukup sempit di Dukuh Atas. Namun ternyata, ketika dicek di lapangan, kedua proyek tersebut bisa membangun jalurnya masing-masing tanpa perlu ada sinkronisasi waktu.

"Sebelumnya kan belum putus apakah dua-duanya masuk ke Dukuh Atas karena lahannya kan kemarin dikatakan sempit. Sekarang diukur langsung ke lapangan, ternyata lahannya masih ada. Jadi sudah bisa masuk," jelas Bambang.

Diakui oleh Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, penetapan jalan keluar untuk masalah persilangan rute dua LRT tersebut sudah ramoung. Rampungnya proses penentuan trase ini membuat pihaknya yakin target financial closing proyek ini dapat dikebut tahun ini. Rencananya pada bulan November mendatang, pencairan dana dari pihak perbankan sudah bisa dilakukan.

"Kita sudah sepakat mengenai masalah-masalah detailnya sudah selesai. Trasenya sudah ketemu antara Jakpro dengan LRT. Kemudian kita sudah sepakat juga segera studi mengenai Cibubur ke Bogor, terus kita juga mau financial close segera. Kita mau disbursement-nya terjadi waktu-waktu ke depan ini," ungkapnya.

Porsi pinjaman perbankan untuk pendanaan proyek ini ditenggarai mencapai Rp 19 triliun. Sejauh ini ada 5 bank yang akan mendanai pembiayaan proyek LRT Jabodebek, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga dan BCA. Lembaga-lembaga pembiayaan tersebut akan mengisi porsi pembiayaan pinjaman yang kini menjadi 70% bagian dari investor atau perbankan.

"Bank itu ada BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga. Total angkanya sekitar Rp 19 triliun. Kita sekarang push terus progres di lapangan. Makanya pertemuannya ini terus-terusan marathon, dengan KAI, Jakpro, Adhi dan SMI," tukas Luhut. (eds/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed