Pasokan Listrik Berkurang, Pelanggan Diminta Hemat 50 Watt

Pasokan Listrik Berkurang, Pelanggan Diminta Hemat 50 Watt

- detikFinance
Jumat, 20 Mei 2005 14:30 WIB
Jakarta - Pasokan listrik pada jaringan interkoneksi Jawa-Madura-Bali pada 23 Mei hingga 6 Juni 2005 akan mengalami kekurangan 77-385 megawatt. Untuk itu, PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang mengimbau kepada setiap pelanggan mengurangi penggunaan listrik minimal 50 watt.Imbauan PLN tersebut diungkapan General Manager PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Fahmi Mochtar dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (20/5/2005).Menurut Fahmi, berkurangnya pasokan listrik itu akibat adanya pekerjaan penyambungan pipa gas oleh British Petroleum Indonesia Off Shore North West Java (PT BP ONWJ). Penyambungan pipa tersebut mengakibatkan pasokan gas ke fasilitas pembangkit listrik PLTGU Muara Karang dan PLTGU Tanjung Priok akan terhenti sementara. Dalam kondisi normal pembangkit listrik tersebut dapat menyumbangkan daya listrik masing-masing sebesar 500 megawatt dan 1.100 megawatt pada jaringan interkoneksi Jawa-Bali.Oleh karena itu, lanjutnya, PLN mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi pemakaian listrik dengan cara mematikan dua titik lampu atau setara minimal 50 watt setiap pelanggan. Pengurangan ini paling tidak dilakukan pada sore hingga malam hari antara pukul 17.00-22.00 WIB.Hal itu, kata Fahmi, karena kondisi kelistrikan interkoneksi Jawa-Madura-Bali tengah mengalami krisis akibat tingginya beban puncak yang mencapai 14.800 megawatt dengan pertumbuhan setiap bulan mencapai 100 megawatt.Fahmi juga menyebutkan, pemadaman bergilir sangat mungkin terjadi untuk wilayah PLN Disjaya dan Tangerang. Akan tetapi, pemadaman bergilir akan dilakukan pada saat beban puncak antara pukul 17.00-22.00 WIB. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads