Korupsi dan Deretan Hal Lain yang Buat Daya Saing RI Tertinggal

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Minggu, 01 Okt 2017 11:23 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Peringkat daya saing Indonesia (The Global Cempetitiveness Index) saat ini berada di level 36 menurut laporan World Economic Forum (WEF). Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5 level, dibandingkan sebelumnya di 41.

Sayangnya kenaikan daya saing Indonesia sulit melompat jauh mengejar negara tetangganya sendiri, seperti Singapura dan Malaysia yang masing-masing berada di posisi 3 dan 23. Faktor utama yang menghambat daya saing Indonesia adalah masih tingginya kasus korupsi.

Berdasarkan data WEF yang dikutip detikFinance, korupsi menjadi indikator teratas yang menjadi hambatan investor melakoni bisnis di Indonesia dengan nilai 13,8.

"Koresponden survei ini ditanya mengenai 5 hal paling menjadi masalah dalam melakukan bisnis di Indonesia," tulis keterangan WEF seperti dikutip detikFinance, Jakarta, Minggu (1/10/2017).



Penghambat kedua, adalah tidak efisienya birokrasi pemerintah alias kendala perizinan yang berbelit-belit dengan nilai 11,1. Upaya pemerintah dalam memangkas perizinan terkait usaha belum membuahkan hasil nyata.

Faktor penghambat lainnya adalah masih terbatasnya akses masyarakat ke lembaga keuangan dengan nilai. Terbatasnya akses ini membuat sumber permodalan menjadi sulit.



Dukungan penyediaan infrastruktur juga menjadi penghambat yang kemudian disusul oleh ketidakpastian kebijakan pemerintah (policy instability). Hambatan selanjutnya disusul oleh ketidakpastian pemerintah.

Beberapa indikator lainnya yang menjadi hambatan memulai usaha, antara lain tarif pajak, etika mempekerjakan buruh, peraturan pajak, inflasi, kriminal dan pencurian, hingga masih buruknya kualitas kesehatan. (ara/mkj)