Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengetahui kabar tersebut. Namun ternyata hal itu tidak direspons positif oleh Jokowi, dia mengaku belum puas.
"WEF telah mengumumkan global competitiveness dan peringkat Indonesia tumbuh. Presiden sudah mengetahui hasil itu, tapi dia tidak puas dengan itu dia ingin lebih lagi," tuturnya dalam dalam acara Indonesia Economic Quarterly Closing The Gap di Energy Building, Jakarta, Selasa (3/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukannya puas, Jokowi justru ingin agar para menterinya bekerja lebih keras lagi agar posisi daya saing Indonesia bisa lebih tinggi.
Menurut Sri Mulyani, capaian peringkat daya saing akan berpengaruh terhadap masuknya investasi. Namun dia menegaskan bahwa yang terpenting bukan peringkat melainkan dampak yang bisa dirasakan masyarakat seperti banyaknya lapangan kerja baru.
"Dia ingin kami bekerja lebih keras lagi agar dapat hasil yang lebih dari itu. Tapi bukan hanya reform, tapi bagaimana orang Indonesia bisa menikmati hasil dari kenaikan rating investasi tersebut dengan mendapatkan pekerjaan," tambahnya.
Memang meski posisi Indonesia naik ke 36, peringkat daya saing Indonesia masih di bawah 3 negara tetangga di ASEAN seperti Thailand yang berada di posisi 32, Malaysia di posisi 23 dan Singapura di posisi 3.
(mkj/mkj)











































