Follow detikFinance
Jumat 06 Oct 2017, 07:01 WIB

Laporan dari Malta

Susi Beberkan Alasan Penenggelaman Kapal Asing di Forum Kelautan Eropa

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Susi Beberkan Alasan Penenggelaman Kapal Asing di Forum Kelautan Eropa Foto: Angga Aliya/detikFinance
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, menjadi salah satu pembicara di gelaran Our Our Ocean Conference (OOC) 2017 yang digelar di St. Julian's, Malta, Uni Eropa.

Pada kesempatan itu Susi memaparkan situasi terkini industri kelautan dan perikanan Indonesia saat ini sampai perubahannya setelah diterapkannya kebijakan penenggelaman kapal asing.

"Di negara kami itu dulu maling ikan sudah biasa, sehingga tidak mudah untuk memberantasnya. Makanya saya minta tenggelamkan kapal asing yang tertangkap sedang maling ikan," kata Susi dalam diskusi bertajuk Maritime Security, Kamis (5/10/2017).

Susi menambahkan, aturan ini mungkin bisa dianggap terlalu keras bagi sebagian pihak. Namun Susi percaya itu yang harus dilakukan karena selama ini ada 10.000 kapal asing yang mencuri ikan di Indonesia.

Sejak Oktober 2014 hingga Juli tahun ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah menenggelamkan 317 kapal maling ikan.

Kapal-kapal tersebut datang dari berbagai negara, mulai dari Malaysia hingga China. Kapal asing paling banyak tertangkap berasal dari Vietnam (142 kapal), disusul Filipina (70 kapal), dan Malaysia (58) kapal.

Sejak kapal asing ditenggelamkan, banyak perubahan di industri keluatan dan perikanan Indonesia. Mulai dari nilai tukar nelayan yang naik hingga jumlah stok ikan bertambah.

Selain pencurian ikan, Susi juga mengingatkan bahayanya transhipment alias pemindahan barang di laut tanpa melalui pelabuhan. Sejak dilarang di Indonesia, transhipment sekarang mulai marak dilakukan di tengah laut.

"Bukan hanya ikan yang dipindahkan di tengah laut, tapi juga anak buah kapal (ABK). Selain itu transhipment juga jadi ajang penyelundupan, seperti obat-obatan terlarang, senjata, juga hewan-hewan langka yang dilindungi," ujarnya. (ang/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed