Follow detikFinance
Sabtu 07 Oct 2017, 23:29 WIB

Gerakan Tanam Kedelai Digelar Serentak di 20 Provinsi

Mustiana Lestari - detikFinance
Gerakan Tanam Kedelai Digelar Serentak di 20 Provinsi Foto: Dok Kementan
Jakarta - Kementerian Pertanian menggelar gerakan tanam kedelai serentak di 20 provinsi. Pada 2018, ditargetkan Indonesia sudah swasembada kedelai.

"Setelah berhasil dengan swasembada beras di tahun 2016, dan hingga triwulan ketiga di 2017 tidak ada rekomendasi impor jagung, maka pemerintah menargetkan di tahun 2018 sudah bisa swasembada kedelai. Tadinya target swasembada kedelai di tahun 2019, tapi target kami majukan dan kami akan berupaya keras untuk pencapaiannya di tahun 2018,"kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Gatot Irianto dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/10/2017).

Pemerintah menargetkan tanam kedelai seluas 500.000 hektar dengan anggaran APBNP 2017 yang dipusatkan di 20 provinsi. 20 provinsi di antaranya Sumatera 153.000 hektar, Jawa 130.000 hektar, Kalimantan 27.000 hektar, Sulawesi 110.000 hektar dan NTT dan NTB masing masing 40.000 hektar.

Target tanam serentak ini merupakan bagian dari program upaya khusus (upsus) swasembada padi, jagung dan kedelai (pajale) dengan memanfaatkan lahan bekas pertambangan, perkebunan TBM, lahan kering, lahan bera, lahan tidur, lahan pasang surut dan lahan eks PATB jagung.

Grobogan masuk dalam program 500.000 hektar dengan luas area tanam 17.000 hektar. Potensi besar varietas Grobogan dengan keunggulan usia tanaman yang pendek 76 hari, berat biji kedelai 18 gram per 100 biji dan rata rata produksi 3,4 ton hektar menjadikan Kabupaten Grobogan sebagai sentral penghasil kedelai berkualitas.

"Untuk menjadikan Grobogan pusat kedelai nasional maka areal 20.000 hektar ditingkatkan jadi 100.000 hektar, hal ini juga akan mengurangi ketergantungan impor kedelai secara bertahap,"jelasnya.

Dalam kesempatan tanam perdana bersama petani, Gatot kembali mengingatkan pentingnya peran petugas Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) mengugunakan open camera agar data pertanian tercatat dengan baik. Selama ini banyak data penanaman yang belum tercover.

Saat ini Grobogan adalah penghasil kedelai terbesar di Jawa Tengah dengan kontrobusi sebesar yaitu 30 % untuk Jateng dan 4,9 % untuk kebutuhan nasional.

Mentan Pantau Melalui Teleconference

Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan teleconference untuk memantau kegiatan tanam kedelai serentak di 20 Provinsi di Indonesia, Jumat (6/10). Bupati dan Dinas Pertanian di Provinsi terkait melaporkan kegiatan tanam serempak didaerah masing-masing langsung kepada Menteri Pertanian melalui teleconferences.

Teleconference dilakukan untuk menggemakan ke seluruh negeri bahwa Indonesia mampu dan sanggup memenuhi kebutuhan kedelai dari lahan sendiri. Selain itu, juga untuk menyongsong rencana swasembada kedelai sesuai amanat Nawa Cita Presiden Joko Widodo yang dituangkan dalam RPJMN 2015-2019.

Pada kesempatan tersebut, Amran menanyakan kesulitan yang dihadapi dalam upaya penanaman kedelai.

"Ada kesulitan–kesulitan benih?" tanya Amran saat tersambung dengan Kalimantan Selatan.
Gerakan Tanam Kedelai Digelar Serentak di 20 ProvinsiFoto: Dok Kementan


"Alhamdulillah, alhamdulillah, benih sudah siap, pupuk siap siap, lahan sudah siap, alat mesin pertanian sudah siap, kelompok tani pendukung sudah siap, kemudian para mahasiswa, pemuda tani sudah siap untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengembangan kedelai di Provinsi Kalimantan Selatan," jawab Dinas Pertanian Kalimantan Selatan.

Penanaman kedelai di Kalimantan Selatan di fokuskan di Kabupaten Tanah Laut dan di hadiri Bupati Tanah Laut.

Selain Kalimantan Selatan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyapa dan memberikan dukungan semangat kepada beberapa perwakilan dari sejumlah daerah, seperti Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Barat, Jambi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lampung, Bengkulu, serta Riau.

"Tolong libatkan pemuda agar mereka mau terjun di sektor pertanian" kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Ia berharap agar pemuda selalu dilibatkan dalam kegiatan pertanian karena saat ini mulai kelihatan pemuda yang menunjukkan kiprahnya di dunia pertanian.

Dalam acara tersebut, Ia juga berharap agar Pemerintah Daerah lebih proaktif dan mengambil peran lebih, dalam menggerakkan potensi yang dimiliki, utamanya dalam pengawalan dan pendampingan program kedelai.

Harga kedelai sudah dijamin pemerintah dengan memberlakukan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp. 8.500,-/kg yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017. Hal ini dilakukan salah satunya untuk menjamin kesejahteraan petani.

"Jadi tidak usah ragu, seperti halnya jagung. harganya dijamin dari pemerintah" ujar Amran.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan swasembada kedelai, yang direncanakan akan swasembada mulai tahun 2018, di antaranya; 1) tahun 2017 melalui APBN-P melaksanakan Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) kedelai seluas 500.000 ha, di 20 Provinsi Indonesia, serta memberikan bantuan subsidi benih kedelai seluas 300.000 ha. 2) Tahun 2018 direncanakan akan dialokasikan Program Pengembangan Kedelai seluas 1.500.000 ha. 3) Dilakukan regulasi tataniaga meliputi, regulasi harga, kadar dan pengendalian impor.

Sasaran produksi kedelai tahun 2018 ditetapkan sebesar 3 juta ton dengan prognosa kebutuhan kedelai sebesar 2,6 juta ton. Swasembada kedelai awalnya ditarget tahun 2019, namun pemerintah berupaya keras agar swasembada bisa dimulai tahun 2018.

Untuk merealisasikan itu, maka pemerintah meminta agar seluruh jajaran Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota memaksimalkan lahan PATB kedelai, lahan bera, lahan pasang surut, lahan perhutani, dan lahan perkebunan tanaman belum menghasilkan (TBM), serta lahan eks tambang untuk ditanami kedelai.

Selain itu, meminta untuk memastikan kesiapan benih kedelai dimasing-masing daerah, atau apabila ada daerah yang belum ada persediaan benih agar segera mengkomunikasikan dan bekerja sama dengan penyedia benih di provinsi lain.

Pengawalan dan pengamanan juga diharapkan dapat dilakukan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota mulai dari persiapan tanam sampai panen, dan memastikan terjadi peningkatan produktivitas dan produksi didaerah masing-masing.

Sinergisme provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pengawalan program swasembada kedelai juga diminta untuk dapat ditingkatkan, serta memastikan seluruh stakeholders dapat memaksimalkan peran masing-masing dalam mendorong peningkatan produksi dan pengamanan melalui pembelian hasil panen dalam negeridengan menggerakkan seluruh potensi yang ada.

"Kita memiliki cita-cita yang sama, hasrat yang sama, passion yang sama untuk menswasembadakan kedelai secara berkelanjutan yang dimulai pada tahun 2018. Bersiaplah kita semua untuk menjadi bagian dari sejarah dalam upaya mewujudkan swasembada kedelai tahun 2018," pungkas Amran. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed